ARTICLE

Mon - Nov 06, 2017 / 2745 /

Jangan Ucapkan 8 Perkataan ini Karena Bisa Menjatuhkan Mental Anak!

Keceplosan berkata hal yang menyakiti perasaan anak mungkin tak sengaja sering kita lakukan. Padahal sebagai orang tua ataupun guru, kita sebagai orang yang lebih dewasa seharusnya mampu mendidik anak-anak lewat perkataan maupun tingkah laku kita.

Anak bahkan yang berusia balitapun bisa dengan cepat meniru apa yang dia lihat dari orang-orang disekitarnya. Disinilah kita perlu menjaga kata-kata kita, agar anak tidak jatuh secara mental ketika kita menasihati atau sekedar berbicara dengan mereka.

Seperti pada Efesus 4:29, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”SuperParents dan SuperTeacher simak yuk 8 kalimat yang dapat menjatuhkan mental anak-anak:

1. 'Ini kan gampang. Masa kamu tidak bisa?'

Jangan membanding-bandingkan dia dengan siapapun, termasuk Anda sendiri. Anak adalah pribadi yang unik. Mereka punya kekuatan dan kekurangannya masing-masing. Bila Anda sering membandingkan dia dengan saudara, teman atau Anda dan suami, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Tidak sedikit anak yang benci pada orangtuanya karena sering membandingkan mereka dengan orang lain. Katakanlah, 'Kamu pasti bisa. Ayo dicoba lagi, biar Mama ajarin ya.'

2. 'Kamu selalu ... ' atau 'Kamu tidak pernah ...'

Kalimat ini seringkali refleks terlontar ketika orangtua sedang marah pada anak. 'Kamu memang tidak pernah dengerin Mama Papa.' 'Kamu selalu saja gak mau membereskan mainanmu.' Hati-hati karena perkataan-perkataan ini dapat menjadi doa untuk anak Anda. perkataan-perkataan ini akan terekam di alam bawah sadar mereka dan akhirnya mereka akan tumbuh seperti apa yang Anda katakan. Bila Anda sering memarahinya seperti 'Kamu gak pernah mau dengerin papa mama' maka dia akan terus seperti itu. Katakanlah 'Kamu anak yang taat sama orangtua. Ayo, dengerin papa mama ya.' Atau 'Kamu kan anak yang rapi dan bertanggungjawab. Yuk mainannya diberesin dulu.'

 

Baca juga: 4 TIPS MENJADI IBU SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN

 

3. 'Jangan menangis' atau 'Tidak boleh menangis. Cengeng.'

Perkataan ini sering diucapkan terutama ketika anak sedang rewel atau terjadi sesuatu padanya. Orangtua cenderung tidak sabar bila anak terus menangis sehingga melontarkan perkataan seperti ini. 'Jangan nangis. Gak boleh cengeng.' Padahal pasti ada alasan mengapa dia menangis. Tanyakan alasan mengapa dia menangis terlebih dahulu sehingga anak juga merasa bahwa dia aman dan dilindungi oleh orangtuanya. Bila Anda terus menerus menyuruh dia jangan menangis, tidak boleh cengeng, terutama kepada anak laki-laki, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan tidak tersentuh. Menangis merupakan hal yang aneh, padahal menangis juga merupakan salah satu bentuk mengungkapkan perasaan lho.

4. 'Jangan ganggu dulu. Mama sibuk.'

Perkataan ini memang seringkali ampuh untuk menghentikan si kecil yang mencoba menarik perhatian Anda. Namun, tahukah Anda bahwa apa yang sampai di hati dan pikirannya adalah bahwa dia adalah pengganggu dan tidak berarti. Jangan heran bila kelak dia dewasa dia akan menganggap tidak ada gunanya berbicara pada orangtua. Katakanlah 'Tunggu sebentar ya Nak. Mama selesaikan pekerjaan ini dulu ya.' Dan bila Anda sudah selesai hampiri dia dan bertanyalah apa yang dia mau sampaikan tadi.

5. 'Kamu jangan jorok kayak papa/mama'

Ini sama saja Anda sedang menjelekkan pasangan Anda di depan anak Anda sendiri.

6. 'Bukan begitu caranya. Sini Mama saja'

Anda perlu ingat bahwa anak kecil terutama balita berbeda dengan orang dewasa. Mereka masih belajar menguasai banyak hal. Jadi, jangan memburu-buru dia dalam melakukan banyak hal. Dengan Anda berkata, 'sini Mama saja' dia akan tumbuh menjadi anak yang suka kebingungan. Dia tidak mengerti bagaimana melakukan hal dengan benar karena terlalu sering diambil alih oleh orangtua. Sabarlah terhadap mereka. Bila Anda sedang buru-buru, bantulah dia sambil mengajarkan caranya yang benar. Misalnya balita Anda lama dalam memakai sepatunya, 'yuk sini Mama bantu. Begini nih caranya. Lepasin pengaitnya dulu, masukkan kaki, lalu tempel lagi.'

 

Baca juga: 3 HAL PENTING YANG DAPAT MENOLONG SINGLE PARENTS

 

7. Pernyataan negatif tentang dirinya

'Kamu malas banget sih.' 'Kamu sudah gendut, jangan sering jajan.' Perkataan-perkataan semacam ini, dapat membuat anak Anda sakit hati. Selain itu dia akan memercayai apa yang Anda katakan tentang dirinya. Bahwa dia pemalas, pelit, gendut, dll. Perkatakan perkataan yang positif untuk anak Anda. Berikanlah pujian untuk dirinya, namun jangan sampai berlebihan. Puji sikap dia bukan pada hasilnya. Misalnya, 'Wah kamu pasti telah belajar giat makanya kamu bisa dapat nilai bagus.' Ini akan membuat anak ingat bahwa karakter giat lebih penting daripada nilai yang bagus.

8. Terlalu banyak melarang

'Jangan.' 'tidak boleh' terlalu banyak larangan akan membuat anak Anda terbatas. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri dan tidak percaya diri. Dia juga akan menjadi anak yang bingung, tidak dapat memutuskan sendiri. Batasan tentu penting apalagi bila membahayakan keselamatan anak Anda. Dampingi si penjelajah kecil Anda yang sedang belajar mengenali dunia sekitarnya. Berikan penjelasan mengapa Anda melarangnya.

Sumber : Keluarga.com

 

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK