TESTIMONY

Mon - May 13, 2019 / 207 / SUPERSTORY

Aku Mau Meninggalkan Kebiasaan Dosaku

Apa yang ada di benak kita, jika melihat anak yang berani marah ke orang yang lebih tua? Pastinya kesal sekali ya, seperti tidak ada sopan santunnya. Tapi inilah Tabitha Septia Putri (11 tahun) lakukan di rumahnya, di Tulang Bawang. Ia seringkali marah kepada papa, mama, bahkan neneknya.

Awalnya apabila mamanya menyuruh mandi, Tabitha seringkali menundanya dengan berkata,”Nanti ma!” Tapi mamanya semakin sering memintanya mandi sehingga Tabitha akhirnya kesal dan marah pada mamanya. Begitu juga kepada neneknya yang sering meminta tolong pada Tabitha untuk belanja di warung.

Baca juga : BELAJAR MENGENAL TUHAN DAN TIDAK MEMBALAS KEJAHATAN

Tidak hanya pemarah, Tabitha juga suka menjahili temannya. Ia senang melihat temannya susah. Tabitha merasa apabila teman-temannya bisa ia jahili, maka mereka akan takut kepadanya dan menurut. Sebagai guru sekolah Minggu (GSM) Tabitha di Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Kartaraharja, Tulang Bawang, Kak Lukas Jatmiko seringkali menasehatinya. Dan akhirnya Tuhan pun merubah sifat dan sikap Tabitha.

Minggu itu, Tabitha belajar firman Tuhan tentang Kisah Yohanes (Sang Pembawa Pesan) melalui kurikulum Superbook di sekolah Minggunya. Kak Lukas menjelaskan bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang pengajar yang sangat berpengaruh dan mempunyai banyak pengikut. Namun ia tetap kecil dan Tuhan Yesuslah yang lebih besar. Kak Lukas mengajak anak sekolah Minggu yang datang, termasuk Tabitha agar meneladani kehidupan rohani Yohanes.

Baca juga : MEMBAWA AMARAH DALAM DOA

Saat itu, Tabitha bersama dengan teman-teman di sekolah Minggunya mengucapkan Super Kebenaran bersama-sama agar menjadi rhema dalam kehidupan mereka, yaitu “Aku mau semakin seperti Tuhan Yesus dan meninggalkan kebiasaan dosaku”. Tuhan Yesus dipenuhi Roh Allah dan hidup tanpa dosa. Kak Lukas juga mengajak Tabitha bersama dengan anak lainnya agar mengizinkan Roh Kudus memimpin hidup mereka dan menjauhkan diri dari keinginan daging.

Melalui pelajaran inilah Tabitha tersadar bahwa apa yang dilakukannya selama ini adalah perbuatan dosa. Tabitha sangat menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada orangtua maupun neneknya, serta berjanji tidak mengulanginya lagi. Ia juga tidak mau jahil kepada teman-temannya. Kini Tabitha semakin menunjukkan kasih Allah kepada orang-orang disekitarnya.

Kiranya semakin banyak anak yang diubahkan dan terberkati dengan adanya pelayanan anak ini. Jika Anda tergerak dan mau mendukung pelayanan kami agar firman Tuhan sampai ke pelosok tanah air, klik link di bawah ini.

Saya Bersedia

Halomoan Hutabarat

Fasilitator Superbook - Tulang Bawang
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK