ARTICLE

Tue - May 14, 2019 / 545 / Parenting

7 Aturan Penggunaan Gadget yang Bisa Diterapkan Dalam Keluarga

Dampak perkembangan teknologi semakin menggila, baik secara positif maupun negatif. Sayangnya banyak keluarga yang tidak menyadarinya dan menjadikan gadget sebagai teman bermain anak karena mereka ‘anteng’ dan orangtua bisa melakukan kegiatannya layaknya hari normal. Namun tahukah SuperParents kalau penggunaan gadget berlebihan bisa memicu ketidakharmonisan rumah tangga dan mengganggu perkembangan anak?

Oleh karena itu, sebaiknya kita mulai dari sekarang batasi penggunaan gadget atau smartphone di rumah ya. Tidak sulit hanya perlu cara ini:

Baca juga : 9 CARA DASAR UNTUK MENGAJARKAN ANAK BERDOA, YUK DICOBA!

1. Menginfokan apa yang akan dilakukan

Nicole McCance, M.A., C. Psych., psikolog di Ontario, Kanada, menyarankan ada baiknya Anda atau pasangan memberitahukan apa yang dilakukan dengan ponsel Anda pada pasangan. Misalnya mau menjawab pesan dari atasan yang penting, mengangkat telepon dari orangtua/ mertua, dan lainnya. Hal ini bisa mengurangi kecurigaan pasangan dan juga pengertian dari anak.

Sumber : parents

2. Meminimalisir penggunaan ponsel di rumah

Rumah = family time. Ingatlah selalu bahwa jika SuperParents sudah dirumah, inilah waktunya bersama keluarga. Berinteraksi dan berkegiatanlah secara nyata dengan setiap anggota keluarga, anakpun juga akan senang karena mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

 

3. Gadget bukan penyelesaian masalah

Jika anak rewel dan menangis, sebaiknya jangan berikan gadget kepada mereka karena itu bukanlah penyelesaian masalahnya. Tanyakan kepada anak apa yang mereka inginkan atau rasakan ketimbang melimpahkannya pada benda yang bisa membuat anak “ketagihan dan ketergantungan”. Dengan adanya komunikasi yang baik dari orangtua kepada anak, akan tercipta saling pengertian diantara keduanya.

Baca juga : CARA MENGENALKAN AGAMA KRISTEN KEPADA ANAK AGAR MASA DEPAN MEREKA BAHAGIA

4. Batasi main game dan penggunaan media sosial

Jangan mengacuhkan anggota keluarga yang ada secara nyata di depan Anda. Hal ini bisa menyebabkan ketidakpuasan satu pihak dan berujung pada rusaknya hubungan.

Sumber : istockphoto

5. Bertelepon daripada texting

Zack Carter, Ph.D., asisten profesor Komunikasi di Taylor University, Indiana, AS, mengatakan jika Anda memiliki nomor lawan jenis dan mereka menghubungi Anda, sebaiknya komunikasi dilakukan secara bertelepon bukan texting. Hal ini bisa menghindarkan dari resiko perselingkuhan. Selain itu jika ada anak, sebaiknya SuperParents juga berkomunikasi dengan bertelepon dibanding texting. Dengan bertelepon, waktu yang digunakan tidak terikat lama dan tidak berpotensi komunikasi jangka panjang seperti dengan texting.  

 

6. Tetapkan area bebas gadget

Biasakan kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menggunakan gadget dalam area-area penting dirumah, seperti tempat tidur, meja makan, dapur, dll. Sesuai peruntukannya, keluarga bisa menyepakati alasan dilarangnya area tersebut untuk penggunaan gadget. Misalnya meja makan karena itu tempat keluarga makan bersama, semua harus makan bukan ada yang sibuk sendiri dengan gadget-nya.

 

7. Berkegiatan secara kreatif di rumah bersama anak

Alih-alih menenangkan anak dengan gadget, sebenarnya SuperParents bisa lho melibatkan anak (bukan sekedar menyuruh) untuk membantu pekerjaan rumah dengan cara kreatif. Misalnya memberikan medali atau sticker kepada anak yang bisa dalam seminggu menyelesaikan pekerjaan rumahnya minimal 5 kali.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK