Pernah gak sih kita ngerasa capek, tapi kita sendiri gak bisa jelasin kenapa? Soalnya kalau dilihat-lihat, hidup kita sebenarnya baik-baik aja. Kerja masih jalan, orang-orang di sekitar kita masih ada, dan semuanya kelihatan “normal”. Tapi di dalam, rasanya beda. Kita tetap jalanin hari, tapi seperti ada yang pelan-pelan habis. Energi kita terkuras, tapi bukan karena satu hal besar—lebih ke akumulasi dari banyak hal kecil yang kita pendam.
Akhirnya kita cuma lanjut aja. Bangun, kerja, pulang, ulang lagi. Dan lama-lama kita mulai mikir, “Mungkin emang hidup kayak gini ya… capek terus.”
Kalau kita jujur, mungkin ini bukan cuma soal fisik. Bukan cuma karena kita kurang tidur atau terlalu sibuk. Tapi karena kita lagi bawa terlalu banyak hal di dalam pikiran dan hati kita. Kita mikirin masa depan. Kita pengen semuanya berjalan baik. Kita berusaha mengontrol hal-hal supaya gak ada yang salah. Dan tanpa sadar, kita jadi pegang semuanya sendirian.
Padahal, gak semua hal harus kita tanggung.
Itulah kenapa Yesus bilang, “yang letih lesu dan berbeban berat.” Karena Dia tahu, sering kali yang bikin kita lelah bukan aktivitas kita, tapi beban yang kita simpan sendiri. Sering banget kita bilang, “Nanti kita istirahat kalau semuanya sudah beres.” Tapi kalau dipikir-pikir, kapan semuanya benar-benar beres?
BACA JUGA : Kalau Hari Ini Terasa Berat, Itu Tidak Berarti Kamu Lemah
Selalu ada aja yang harus dipikirkan.
Mungkin selama ini kita salah paham. Kita kira istirahat itu hadiah setelah kita selesai berjuang. Padahal, istirahat itu sesuatu yang bisa kita terima sekarang.
Bukan berarti semua masalah langsung hilang, tapi kita berhenti mencoba mengatur semuanya sendiri. Kita belajar melepaskan sedikit demi sedikit, dan mulai percaya bahwa gak semua harus kita pegang.
Kita gak harus selalu kuat. Kita gak harus punya semua jawaban. Dan kita juga gak harus memastikan semuanya berjalan sempurna.
Bahkan Yesus pun pernah berhenti, menyendiri, dan berdoa. Artinya, berhenti itu bukan tanda lemah—itu bagian dari hidup.
Jadi kalau hari ini kita merasa lelah, mungkin kita tidak butuh melakukan lebih banyak.
Mungkin kita hanya perlu berhenti sejenak…
dan sadar bahwa kita tidak harus membawa semuanya sendirian.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK