ARTICLE

Wed - Jun 21, 2023 / 494 / Parenting

Superparents, Ini Alasan Kenapa Roleplay Bahaya Buat Anak

Roleplay (RP) adalah sebuah permainan yang disediakan di platform TikTok. Permainan ini dianggap menarik karena menyediakan permainan peran dimana seseorang bisa berperilaku seperti orang lain dalam situasi tertentu. Karakter yang disediakan sangat beragam, mulai dari karakter aktor di film, buku atau acara televisi yang sedang populer. Tak heran kalau anak-anak pun menyukai hiburan ini.


Tapi tak disangka hiburan ini justru viral di sosial media setelah seorang ayah memarahi anaknya karena bermain roleplay di rumah. Superparents bakal begitu jugakah saat mendapati anak bermain TikTok? Atau apakah ada alasan dibalik permainan roleplay buat anak?

 

Baca Juga: 7 ATURAN PENGGUNAAN GADGET YANG BISA DITERAPKAN DALAM KELUARGA


Psikolog Anak dan Keluarga dari Universitas Indonesia, Rose Mini menyebutkan bahwa permainan roleplay bisa memiliki dampak beberapa dampak negatif diantaranya:


1. Mempengaruhi perkembangan kognitif anak

Salah satu hal negatif dari permainan ini adalah membuat perkembangan kognitif anak tidak berkembang sesuai usia. Contohnya saat anak memerankan karakter orang dewasa di usianya yang masih sangat belia. Hal ini tentu akan kurang lebih mempengaruhi kognitif anak.

 

2. Anak berisiko kehilangan self-image

Risiko lain dari kebiasaaan bermain roleplay di dunia maya adalah kehilangan self-image. Tanpa pengawasan orang tua, anak tidak lagi mengenali citra dirinya dengan baik karena lebih meniru citra karakter yang mereka pilih di roleplay.

 

Baca Juga: ANAK CANDU GADGET? GIMANA SIH CARA MENGHINDARINYA?

 

3. Anak menutup diri dari lingkungan sosial

Karakter yang diciptakan di dalam roleplay bisa membuat anak tak lagi membutuhkan teman bermain di luar rumah. Mereka bisa bicara menirukan percakapan dan juga peran dari karakter yang ditirukan, sehingga anak tak lagi merasa tak punya teman. Jadi tak heran jika anak bisa jadi malas bergaul dengan teman lain dan memilih mengurung diri di kamar karena asyik bermain roleplay.


Kalau Superparents mendapati anak mulai kecanduan roleplay atau mulai menirukan karakter lain dalam dirinya, Rose Mini memberikan beberapa ajuran diantaranya:
- Batasi penggunaan gadget: Orang tua berperan mengatur aktivitas anak sepanjang hari. Karena itu, penting sekali membatasi penggunaan gadget pada anak. Sepakati kapan dan berapa lama mereka bermain gadget.

- Awasi apa yang dimainkan anak di dalam gadget: Jangan berusaha menyenangkan anak dengan memberinya hiburan gadget. Tapi pastikan anak mendapat pengawasan tentang apa yang mereka putar selama bermain gadget.

- Lakukan pendekatan kepada anak: Mengedukasi anak tentang mana yang boleh dan tidak boleh ditonton sangat penting melindungi anak dari berbagai pengaruh buruk. Jadi pastikan untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu.

 

Baca Juga: LEPAS DARI KECANDUAN GADGET


Jika anak sudah terlanjut menyukai roleplay, tanyakan kenapa permainan itu menyenang untuknya. Jika anak ternyata tak lagi mau mendengarkan masukan orang tua, sebisa mungkin temani atau damping anak saat bermain roleplay atau tawarkan permainan yang lebih menarik.


Dunia akan menawarkan beragam hiburan menarik yang membuat anak semakin melekat kepada gadget. Ini adalah peperangan setiap orang tua Kristen. Jadi selalu peka dengan perkembangan zaman dan jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban dari teknologi yang membuat mereka kehilangan jati diri mereka yang sejati di dalam Tuhan.


Semangat Superparents! Tuhan Yesus memberkati.

Lori

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK