ARTICLE

Tue - Nov 27, 2018 / 688 / Sunday School

Kenapa Guru Sekolah Minggu Harus Ekspresif?

Jangan heran kalau kita memberikan intruksi atau pesan tertentu, anak-anak suka bertanya berulang-ulang. Mereka seperti itu bukan karena budek, atau gangguan pendengaran. Mungkin ada yang sampai gemas dan jengkel dan bertanya dalam hati “kok, mereka masih kecil sudah seperti orang tua saja pendengarannya?”.

Sudah tahukah kamu? Dr. Albert Mehrabian, dari University of California di Los Angeles, studinya menunjukkan bahwa kita menyimpulkan perasaan, sikap, dan keyakinan kita bukan dari kata-kata yang didengar, tetapi oleh bahasa tubuh dan nada suara pembicara.

Kata-kata yang diucapkan 7%, suara dengan intonasi 38%, dan bahasa tubuh 55%. Wow! Bisa jadi, intruksi kakak itu hanya ditangkap anak-anak sebanyak 7% karena intruksi diucapkan tanpa intonasi suara dan gerakan tubuh yang jelas.

Misalnya, ketika menyampaikan Super Kebenaran di Sekolah Minggu dan meminta mereka untuk menghafal. Pasti anak-anak akan mudah menangkap bila kakak mengucapkannya dengan penekanan intonasi, dibanding mengucapkannya dengan intonasi datar seperti robot. Eits, bukan robot Gizmo. Gizmo saja bisa bicara dengan intonasi yang ekspresif. Masa sih, kakak-kakak masih mau bicara datar seperti robot tahun 90-an?

Jangan ketinggalan, gerak tubuh. Nah, biasanya kakak-kakak Guru Sekolah Minggu yang enggan berbicara dengan gerak tubuh itu alasannya malu dan menjaga gengsi. Wah, jangan ya kak. Cara bicara dan gerak tubuh  ekpresif kakak sangat membantu anak-anak menangkap pesan dengan cepat dan baik. Apalagi ketika menyampaikan Firman Tuhan, pesan itu harus ditangkap dan melekat di hati anak-anak.

Yuk, berubah. Biasakan memberikan intruksi dan bercerita dengan intonasi suara yang jelas dan disertai gerakan tubuh. Mereka tidak akan mengulang-ulang  pertanyaan yang sama dan membuat kakak-kakak gemas deh. Hihihi. Selamat mencoba!

Hana Sola Gracia

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK