Hari ini kita akan belajar dari sosok orang Samaria yang murah hati. Kisah ini bisa mengajarkan anak-anak menjadi teladan yang baik bagi semua orang.
Di dalam Alkitab, Samaria digambarkan sebagai satu wilayah besar yang berada di bagian utara Yerusalem. Ibukotanya juga bernama Samaria.
Zaman dulu wilayah ini adalah bagian dari bangsa Israel. Tapi kemudian di zaman Yesus, Samaria dan Yahudi bermusuhan. Orang Israel yang di Samaria tinggal melakukan perkawinan dengan orang Mesopotamia. Orang Samaria sama seperti orang Yahudi, tapi mereka mempunyai bait dan tata cara agama yang berbeda. Ada perbedaan besar antara kepercayaan orang Samaria dengan orang Yahudi. Contohnya, kitab orang Samaria hanya mengakui 5 kitab pertama dalam Alkitab. Sebagai tambahan orang Yahudi menyembah di bait di Yerusalem. Sementara orang Samaria membangun bait mereka di Gunung Gerizim.
Baca Juga: 7 PAHLAWAN DI ALKITAB YANG BISA JADI TELADAN HIDUP ANAK
Dari Galilea ke Yerusalem menghabiskan tiga hari dan jalurnya melintasi Samaria. Herodes Agung membangun Samaria menjadi benteng yang dilindungi dua menara dan tembok yang kuat. Sisa-sisa dari menaranya masih bisa kita lihat sampai sekarang. Jauhnya sekitar 27 km dan biasanya digunakan oleh orang Galilea untuk menyebrang menuju Yerusalem. Sisa-sisa jalannya masih ada sampai sekarang. Jalurnya melewati Medan berbukit dan berbatu, cocok sebagai tempat persembunyian bagi perampok yang ingin menyergap pejalan kaki.
Di sinilah kejadian orang Yahudi yang menjadi korban perampokan para penyamun seperti dikisahkan Yesus dalam Lukas 10: 30. Dengan luka dan kondisi setengah mati, orang itu terkapar di jalanan. Setiap orang yang lewat dari sana seakan enggan menolongnya. Hingga akhirnya seorang Samaria lewat dan tergeraklah hatinya untuk menolong.
Dia menaikkan orang itu ke atas keledainya dan membawanya ke sebuah penginapan. Yesus tidak menjelaskan penginapan mana yang ada di dalam kisah tersebut. Tapi banyak yang percaya yang dimaksud adalah tempat perhentian bagi para pejalan di jalur Yerikho.
Baca Juga: BELAJAR DARI CERITA ALKITAB TENTANG ANAK YANG HILANG
Lalu Yesus bertanya, siapa diantara ketiga orang tersebut yang mengasihi Tuhan dan sesamanya? Orang Samaria yang murah hati tentu saja menjadi contoh teladan kasih bagi sesama. Orang Samaria itu menggambarkan tentang ketidakegoisannya. Dia tidak memprioritaskan dirinya sendiri. Berbeda dengan orang-orang yang katanya rohani tapi tak tergerak untuk menolong pria yang tergeletak di jalan itu. Orang Samaria ini juga mengorbankan waktu, uang dan tenaganya untuk membantu orang yang dia tidak kenal.
Kita bisa menjadi teladan dalam tingkah laku kita yaitu dengan cara kita tidak egois. Contohnya kita bisa membantu orang lain, melayani orang lain, memperhatikan orang lain dengan kerendahan hati, bukan untuk mencari pujian. Kita juga harus ingat bahwa dalam melakukan itu semua, kita tidak boleh pilih-pilih orang. Karena Tuhan memandang semua orang itu berharga. Begitu juga kita harus memandang semua orang sama dan berharga.
Saksikan ksiah Alkitab Orang Samaria selengkapnya di Youtube Superbook Indonesia di bawah yuk.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK