Banyak orang mengenal Daud sebagai raja besar Israel. Ia mengalahkan raksasa, memimpin bangsa, dan menulis banyak mazmur yang masih dibaca hingga hari ini. Namun sebelum semua itu terjadi, Daud hanyalah seorang anak muda yang menggembalakan domba di padang.
Tidak ada panggung. Tidak ada sorotan. Tidak banyak orang yang memperhatikan hidupnya. Tetapi justru di tempat yang sunyi itulah Tuhan sedang mempersiapkan hidup Daud.
Sering kali kita berpikir bahwa pelayanan dimulai ketika kita terlihat oleh orang lain. Kita merasa sesuatu yang besar baru dimulai ketika ada kesempatan besar atau ketika banyak orang memperhatikan kita. Padahal kehidupan Daud menunjukkan bahwa persiapan Tuhan sering dimulai jauh sebelum seseorang dikenal.
Saat menggembalakan domba, Daud memiliki banyak waktu sendirian. Di saat-saat seperti itulah ia belajar mengenal Tuhan lebih dalam. Ia memuji Tuhan, menulis lagu, dan merenungkan kebesaran Tuhan. Banyak mazmur lahir dari hati seorang gembala muda yang sedang berbicara dengan Tuhannya.
Di tempat sederhana itu, hati Daud dibentuk untuk mengasihi Tuhan. Ia belajar menjadikan Tuhan sebagai tempat bersandar, bahkan ketika tidak ada orang lain yang melihat.
Padang rumput bukan hanya tempat Daud berdoa. Di sana ia juga mengasah kemampuannya. Ia belajar memainkan kecapi dengan terampil. Kemampuan ini akhirnya membuatnya dipanggil untuk memainkan musik bagi Saul ketika raja itu sedang gelisah.
Selain itu, Daud juga belajar keberanian saat menjaga dombanya. Alkitab mencatat bahwa ia pernah menghadapi singa dan beruang demi melindungi kawanan dombanya. Hal-hal kecil yang ia lakukan setiap hari ternyata menjadi latihan yang mempersiapkannya untuk tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Yang membuat kehidupan Daud semakin berbeda adalah hubungannya dengan Tuhan. Ia bukan hanya orang yang memiliki hati yang tulus dan kemampuan yang terlatih, tetapi juga seseorang yang berjalan dekat dengan Tuhan.
Daud sering mencari Tuhan dalam doa dan pujian. Ia belajar mempercayai Tuhan dalam setiap situasi hidupnya.
Hubungan inilah yang membuat Daud memiliki keberanian ketika ia menghadapi Goliath. Ia tidak datang dengan rasa percaya diri pada kekuatannya sendiri, tetapi dengan keyakinan bahwa Tuhan yang menyertainya.
Kehidupan Daud mengingatkan kita bahwa Tuhan sering mempersiapkan seseorang di tempat yang tidak terlihat. Di sana Tuhan membentuk hati kita, melatih kemampuan kita, dan mengajar kita berjalan dekat dengan-Nya.
Mungkin ada masa dalam hidup kita yang terasa sederhana, bahkan sepi. Tidak banyak orang yang melihat apa yang kita lakukan. Tetapi bisa saja justru di masa seperti itulah Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar di masa depan.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK