ARTICLE

Wed - Mar 25, 2026 / 83 / Daily Devotional

Hati Tidak Lagi Peka Terhadap Dosa? Ini yang Sebenarnya Terjadi

Kita sudah percaya Tuhan, kita tahu mana yang benar, kita juga tahu mana yang salah. Tapi waktu kita jatuh dalam dosa, rasanya… kok gak seperti dulu ya?

Dulu mungkin kita langsung merasa bersalah. Hati langsung gelisah. Tapi sekarang, kadang dosa terasa seperti hal yang “biasa aja”. Marah terasa normal. Bohong terasa ringan. Bahkan ada momen di mana kita melakukan sesuatu yang kita tahu salah, tapi hati kita justru terasa diam saja. Dan jujur, itu bisa bikin takut. Kita jadi bertanya, “Kalau aku benar-benar sudah diselamatkan, kenapa aku gak merasa bersalah?”

Dan sebenarnya, banyak orang percaya pernah merasakan hal yang sama. Hanya saja, gak semua orang berani mengakuinya. Karena rasanya seperti pertanyaan yang “terlalu jujur”.

Ketika Terbiasa Melakukan Dosa, Hati Mulai Tidak Peka

Tapi coba kita lihat ini dengan lebih tenang. Tidak merasakan rasa bersalah bukan selalu berarti Roh Kudus sudah tidak ada. Kadang justru yang terjadi adalah hati kita mulai terbiasa. Dosa yang dilakukan berulang-ulang lama-lama terasa normal. Bukan karena itu benar, tapi karena kita sudah terlalu sering melakukannya. Seperti suara yang awalnya keras, tapi kalau terus didengar, lama-lama jadi seperti suara latar saja.

Dan ternyata, Paulus juga pernah bergumul dengan hal seperti ini. Dia bahkan berkata bahwa dia tahu apa yang benar, tapi yang dia lakukan justru yang salah. Itu berarti pergumulan seperti ini bukan cuma kita yang merasakan. Bahkan orang yang sangat dekat dengan Tuhan pun pernah melewati hal yang sama.

Tidak merasa bersalah bukan berarti kita tidak diselamatkan. Kadang itu justru tanda bahwa kita sudah terlalu lama menoleransi sesuatu. Hati nurani kita bukan hilang, tapi mulai tumpul. Dan yang membuatnya makin berat adalah ketika kita mulai berpikir, “Mungkin Tuhan sudah menyerah sama aku.” Padahal belum tentu begitu.

Coba bayangkan seperti ini. Kalau kita pakai tas yang berat terus setiap hari, lama-lama kita jadi terbiasa. Bebannya sebenarnya masih ada, tapi kita sudah gak terlalu merasakannya. Begitu juga dengan dosa. Bukan dosanya yang jadi ringan, tapi hati kita yang berhenti peka.

 


BACA JUGA : Kenapa Tuhan Selalu Memilih Orang yang Dianggap Tidak Layak?

 


Apa yang Bisa Kita Lakukan Saat Hati Mulai Tidak Peka?

Dan justru satu hal yang penting untuk diingat: kalau hari ini kita masih bertanya, “Kenapa aku gak merasa bersalah?”, itu sebenarnya tanda bahwa hati kita belum mati. Hati yang benar-benar mati gak akan bertanya. Tapi kalau kita masih merasa takut, masih merasa ada yang salah, itu berarti Roh Kudus masih bekerja di dalam kita.

Yang bisa kita lakukan sekarang bukan langsung menyalahkan diri sendiri, tapi mulai pelan-pelan kembali peka. Coba jujur pada diri sendiri, dosa apa yang selama ini kita anggap biasa? Bukan secara umum, tapi benar-benar spesifik. Karena sering kali, saat kita berani menyebutkan dosa itu dengan jujur, kita mulai sadar bahwa itu sebenarnya bukan hal kecil.

Dan satu hal lagi yang penting: jangan langsung berpikir kita tidak diselamatkan hanya karena kita tidak merasa bersalah. Lebih baik kita berkata, “Tuhan, mungkin hatiku sudah mulai tumpul, tapi aku mau Engkau menajamkannya lagi.” Doa yang jujur seperti itu jauh lebih penting daripada rasa bersalah yang dipaksakan.

Karena sebenarnya, teguran dari Tuhan itu bukan hukuman. Itu tanda bahwa Dia masih peduli. Dan selama kita masih mau kembali, Tuhan juga tidak pernah berhenti menerima kita.

Download PDF

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK