Rasa takut adalah hal yang wajar dialami oleh anak-anak. Takut gelap, takut mencoba hal baru, takut gagal, atau bahkan takut ditolak oleh teman semua itu bisa menjadi pergumulan yang nyata dalam keseharian mereka.
Sebagai orangtua dan guru, penting untuk tidak langsung menghilangkan rasa takut itu, tetapi membantu anak memahami dan menghadapinya dengan benar.
Kisah Daud saat menghadapi Goliat menjadi salah satu contoh yang kuat. Secara logika, Daud tidak sebanding dengan Goliat. Ia masih muda, tidak berpengalaman dalam peperangan, dan tidak menggunakan perlengkapan perang seperti tentara lainnya. Namun, Daud memiliki sesuatu yang berbeda—ia percaya kepada Tuhan.
Ketika anak merasa takut, respons pertama yang dibutuhkan bukanlah teguran, melainkan pengertian. Anak perlu tahu bahwa merasa takut bukanlah kesalahan.
Namun, mereka juga perlu belajar bahwa rasa takut tidak boleh menguasai keputusan mereka. Daud tetap maju menghadapi Goliat, bukan karena ia tidak takut, tetapi karena ia memilih untuk percaya bahwa Tuhan menyertainya.
SuperParents dan SuperTeachers dapat menolong anak dengan mengatakan,
“Apa yang kamu rasakan itu wajar, tapi kita tidak sendirian. Tuhan ada bersama kita.”
BACA JUGA : Dari Introvert yang Takut, Menjadi Anak yang Berani dan Percaya Diri
Salah satu kunci keberanian Daud adalah fokusnya. Ia tidak terpaku pada besar dan menakutkannya Goliat, tetapi pada kebesaran Tuhan yang ia percayai.
Anak-anak sering kali membesar-besarkan ketakutan mereka karena fokusnya hanya pada masalah. Di sinilah peran orang dewasa untuk membantu mereka melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Ajak anak mengingat:
Tuhan lebih besar dari apa pun yang mereka hadapi
Tuhan pernah menolong mereka sebelumnya
Tuhan selalu menyertai mereka di setiap situasi
Dengan cara ini, anak belajar memindahkan fokusnya dari rasa takut kepada iman.
Keberanian tidak muncul secara tiba-tiba. Itu adalah proses yang bisa dilatih setiap hari.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
Mengajak anak berdoa saat merasa takut
Memberi kesempatan anak mencoba hal baru secara bertahap
Mengapresiasi usaha anak, bukan hanya hasilnya
Seperti Daud yang sudah terbiasa menjaga domba dan menghadapi singa serta beruang, pengalaman kecil sehari-hari dapat mempersiapkan anak menghadapi tantangan yang lebih besar.
Melalui kisah Daud, anak-anak belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi memilih tetap melangkah bersama Tuhan. Dengan pendampingan yang tepat, rasa takut bisa menjadi awal dari pertumbuhan iman yang kuat.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK