ARTICLE

Thu - Sep 24, 2020 / 682 / Sunday School

Hambatan Sekolah Minggu Kamu Tidak Bisa Bertumbuh Part 1

Setiap gereja memiliki tantangan dan permasalahannya masing-masing. Apalagi organisasi lebih kecil di dalamnya, seperti sekolah minggu. Tapi walaupun banyak halang rintangnya, sekolah minggu harus tetap bertahan dan memuridkan anak-anak. Karena melalui sekolah minggulah, anak-anak bisa belajar mengenal Kristus dan mendalami firman Tuhan bersama-sama teman sebayanya.

Oleh karena itu, sebagai guru sekolah minggu, yuk kita mulai kenali hambatan yang bisa saja dialami oleh sekolah minggu kakak sehingga jadi sulit bertumbuh? Kali ini Superbook mau membahasnya menjadi beberapa part ya.

Baca juga : TIPS MEMILIH LAGU DAN MEMAKSIMALKAN PUJIAN DI SEKOLAH MINGGU

  1. Gereja masih apatis

Gereja apatis adalah gereja yang acuh tidak acuh dan kurang responsif dalam pertumbuhan jemaatnya, terutama generasi. Mungkin saja saking terlalu fokus meraih jiwa orang-orang yang dewasa, sampai lupa bahwa akar iman dimulai dari sejak kecil atau anak-anak. Apalagi di masa pandemi seperti ini, dimana anak-anak lebih sulit bertemu untuk bersekolah minggu. Banyak gereja menyediakan wadah untuk ibadah dewasa di rumah secara online. Tapi untuk sekolah minggu, masih belum begitu banyak pelayanan kreatif yang dilakukan.

 

  1. Terlalu sibuk

Guru sekolah minggu sebenarnya bagi sebagian besar gereja bukanlah profesi full time. Biasanya merupakan volunteer karena terpanggil untuk melayani anak-anak dan remaja. Tapi apa jadinya kalau guru sekolah minggu terlalu sibuk dengan kegiatan sehari-hari sampai lupa atau tidak sempat mempersiapkan bahan dan pelayanannya? Oleh karena itu, jika sudah terpanggil sebaiknya tetap bersikap profesional selayaknya bekerja biasa. Tetap harus melakukan persiapan dan punya goal bagi anak-anaknya.

 Baca juga : BELAJAR TENTANG PENGORBANAN KRISTUS DENGAN PERCOBAAN ILMIAH YANG KEREN!

  1. Kurangnya pelatihan bagi guru sekolah minggu dan pelayan anak

Guru dan pelayan di sekolah minggu itu tetap harus difasilitasi untuk berkembang lho. Maka itu, Superbook sendiri memiliki training khusus guru sekolah minggu dan pelayan anak yang sudah bergabung memakai kurikulum Superbook. Hal ini dilakukan agar kita tetap dalam satu misi (yaitu amanat agung), mendukung guru untuk siap memimpin kelas dengan baik, dan menumbuhkan iman anak-anak.

Selain itu, guru-guru juga difasilitasi dengan berbagai ide-ide dan kreativitas baru yang relevan serta bisa digunakan dalam mengajar nantinya. Melalui training, para guru sekolah minggu juga bisa saling sharing dan berbagi tips.

Jangan putus asa ya kak, kalau kakak menghadapi berbagai halangan dan tantangan di sekolah minggu. Justru hal itulah yang dapat melatih kita untuk lebih berkompeten dan melayani anak dengan sungguh-sungguh. Pada part 2, mimin akan lanjutkan beberapa hambatan lainnya agar bisa kita jadikan gambaran untuk menghadapinya.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK