ARTICLE

Thu - Jun 21, 2018 / 2446 / Parenting

Gebrakan Save Lagu Anak Sudah Dimulai.

“Ku takut mamaku marah, ku takut papaku marah. Ku takut mereka marah kalau terlambat sekolah.” Generasi 90’an pasti tahu grup penyanyi cilik yang menyanyikan ini. Dulu kamu juga sering menyanyikan lagu ini ‘kan? Selain nadanya riang, kata-katanya cocok untuk usia kita yang masih anak-anak ya.

Namun sadar nggak? Perlahan lagu anak mulai hilang. Apalagi sekarang, hampir semua anak di Indonesia lebih hafal lagu dewasa yang tidak cocok untuk usia mereka. Padahal lagu anak memiliki nilai-nilai pendidikan dengan kata-kata yang mudah dicerna. Kalaupun mereka hafal lagu anak, pasti yang paling pendek dan udah jadul hasil generasi kakak-kakak mereka.

Sumber: Superbook Indonesia

Artis cilik yang ngetop di tahun 90’an menyadari hal ini dan mereka mulai membuat campaign #savelaguanak di tahun 2016. Sempat bergaung namun menurut Mimin nih, belum berhasil menggebrak kembalinya lagu anak di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Anji, salah satu artis Indonesia, mempublikasikan sebuah video yang mengungkapkan keresahannya mengenai lagu anak. Untungnya di video tersebut Anji tak lupa memberikan pandangannya mengapa hal ini terjadi. Menurut dia, kita yang harus bertanggungjawab atas langkanya lagu anak. Simak videonya.

 

Kita membiarkan anak-anak di sekitar kita terbiasa mendengar dan menyanyikan lagu dewasa. Ketika kita menganggap ini wajar, tidak heran kalau nantinya lagu anak-anak sudah tidak diminati lagi. Padahal lagu-lagu yang mereka dengar sangat membantu tumbuh-kembang mereka. 

SuperParents dan kakak-kakak super, yuk kita ambil bagian dari gerakan ini. Ciptakan generasi anak yang terbiasa mendengar dan menyukai lagu anak. Tidak ada salahnya kok kalau kita lebih sering mendengar dan menyanyikan lagu anak. Dukung pertumbuhan mereka dengan menyajikan dan memperlengkapi fasilitas yang mereka butuhkan sesuai dengan kebutuhan usia mereka. Tuhan memberkati! (CG)

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK BAGIKAN ARTIKEL INI.

Carryn Graciano

Penulis Konten
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK