Salah satu kegiatan penutup Sunday School yang mudah dilakukan namun berdampak besar adalah Doa Bergilir Singkat. Kegiatan ini membantu anak berani berdoa tanpa tekanan dan merasa aman di hadapan Tuhan maupun teman-temannya.
Tidak semua anak berani berbicara di depan umum. Ada anak yang pendiam, ada yang takut salah, dan ada pula yang belum terbiasa berdoa dengan suara keras. Jika dipaksa, doa justru bisa menjadi beban.
Melalui doa bergilir singkat, anak belajar bahwa:
- Doa tidak harus panjang
- Tuhan mau mendengar doa sederhana
- Tidak ada doa yang salah
- Setiap anak diterima apa adanya
Kegiatan ini menolong anak membangun relasi pribadi dengan Tuhan secara perlahan dan sehat.
- Melatih anak berdoa dengan jujur dan sederhana
- Menciptakan suasana aman dan saling menghargai
- Membantu anak mengenal Tuhan sebagai Pribadi yang dekat
- Menumbuhkan keberanian tanpa paksaan
- Anak duduk melingkar bersama guru
- Ciptakan suasana tenang dan nyaman
- Guru bisa mengajak anak menenangkan diri sejenak sebelum memulai.
Sampaikan dengan bahasa yang lembut dan jelas:
- Doa cukup satu kalimat saja
- Boleh berdoa dengan suara pelan
- Tidak ada doa yang salah atau jelek
Aturan ini penting agar anak merasa aman dan tidak takut dinilai.
BACA JUGA : Takut Karena Pikiran Sendiri? Padahal, Kenyataannya Tidak Sesulit Itu
Guru bisa memberi contoh agar anak tidak bingung, misalnya:
“Tuhan, terima kasih untuk hari ini.”
“Tuhan, aku lagi sedih, tolong aku.”
“Tuhan, tolong aku belajar sabar.”
Biarkan anak memakai kata-kata mereka sendiri.
- Jangan mengoreksi isi doa anak
- Jangan membandingkan satu anak dengan yang lain
Keberanian kecil hari ini adalah proses yang berharga Kadang, duduk dan mau mendengar saja sudah menjadi langkah iman bagi seorang anak.
Doa Bergilir Singkat bukan hanya kegiatan penutup, tetapi juga ruang aman bagi anak untuk belajar percaya kepada Tuhan. Dari doa yang sederhana, anak-anak belajar bahwa mereka diterima, didengar, dan dikasihi.
Kegiatan ini dapat digunakan untuk berbagai tema Sunday School seperti iman, perasaan, syukur, ketaatan, maupun penguatan hati anak.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK