Ada rasa takut yang tidak datang dari kejadian nyata, tetapi dari pikiran kita sendiri.
Takut sebelum mencoba. Takut sebelum melangkah. Takut sebelum apa pun benar-benar terjadi.
Pikiran mulai membayangkan skenario terburuk:
“Bagaimana kalau aku gagal?”
“Bagaimana kalau aku tidak sanggup?”
“Bagaimana kalau aku terluka lagi?”
Tanpa sadar, kita menghabiskan begitu banyak energi untuk menghadapi sesuatu yang belum tentu terjadi.
Menariknya, sering kali ketakutan itu justru melemah saat kita benar-benar menjalani prosesnya. Hal yang semula terasa menakutkan ternyata bisa dilewati. Langkah yang tampak berat ternyata bisa diambil, satu demi satu.
Bukan berarti perjalanannya selalu mudah. Bukan berarti tidak ada tantangan. Tapi kita menyadari satu hal penting: Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian di tengah proses.
BACA JUGA : Peran SuperTeachers Menolong Anak Berani Untuk Percaya
Ketakutan sering membesar karena kita memikul semuanya sendirian di dalam pikiran. Kita mencoba mengendalikan masa depan, memprediksi hasil, dan memastikan semuanya aman sebelum melangkah. Padahal iman tidak bekerja dengan cara itu.
Iman bukan tentang merasa siap sepenuhnya, melainkan berani melangkah sambil percaya bahwa Tuhan berjalan bersama kita.
Ada banyak hal dalam hidup yang baru bisa kita pahami setelah kita menjalaninya. Ada kekuatan yang baru muncul saat kita berada di tengah jalan. Dan ada penyertaan Tuhan yang baru terasa nyata ketika kita berhenti melawan dengan pikiran sendiri.
Jika hari ini kita sedang terintimidasi oleh pikiran sendiri takut yang berisik, cemas yang berulang, atau kekhawatiran yang seolah tidak ada habisnya—mungkin kita perlu berhenti sejenak dan bertanya dengan jujur:
“Apakah ini benar-benar seberat yang ada di kepalaku?”
Sering kali jawabannya sederhana: tidak.
Tuhan tidak meminta kita untuk memahami semuanya terlebih dahulu. Tuhan hanya mengajak kita untuk percaya dan melangkah. Satu langkah kecil hari ini bisa membuka pintu ketenangan yang selama ini kita cari.
Apa satu hal yang selama ini kita takuti hanya karena pikiran kita sendiri?
Bagaimana jika hari ini kita memilih melangkah, bukan karena berani, tetapi karena percaya Tuhan setia menyertai?
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK