ARTICLE

Thu - Apr 05, 2018 / 2059 /

Daripada Semakin Memberontak, Gunakan 3 Ayat Ini Sebagai Pedoman Menasihati Anak

Sebagai orang tua, kita terkadang begitu berhati-hati dalam mengoreksi atau menasihati anak-anak kita. Takut mereka terluka atas perkataan, kepahitan, atau malah justru memberontak karena tidak setuju dengan nasihat yang SuperParents berikan. Tapi ternyata, Tuhan begitu baik. Dia sebenarnya sudah menyediakan bahan yang dapat kita gunakan untuk menasihati anak.

Saat ingin menegur, menasihati, atau memperingatkan anak terkadang saya berpikir, sepertinya harus banyak belajar. Reaksi tercepat saya menanggapi mereka itu adalah dengan berteriak atau meninggikan suara (“Bisa diam tidak?!”), membuat mereka malu (“Masa melakukan seperti itu saja kamu tidak bisa?!”), atau terlalu menggeneralisasikan mereka (“Kenapa sih kamu selalu melakukan hal ini?!”).

Mungkin saya tidak sendiri. Beberapa orang tua lainnya juga mungkin melakukan hal yang sama kepada anaknya dengan harapan anak bisa memperbaiki perilakunya, tapi ternyata respon anak justru bertentangan dengan keinginan kita. Orang tua membutuhkan rencana untuk mendisiplinkan dan menasihati anak. Kita perlu belajar bagaimana menasihati anak dengan cara:

 

1. Mengarahkan mereka pada ketetapan dan kehendak Tuhan, bukan hanya aturan dari orang tua sendiri.

 

Sumber: Western Seminary

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti drimu sendiri.” Lukas 10: 27.

Anak-anak membutuhkan batasan dan aturan, tapi peraturan yang terlalu ketat juga memberatkan. Tuhan Yesus memberikan ketetapan yang sederhana bagi kita, hanya dua hukum yang utama. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Pengaplikasiannya sebagai berikut:

- Ketika anak tidak sabar, ajarkan kepada mereka untuk bersyukur atas waktu yang sudah Tuhan berikan dan gunakanlah secara bijak.

- Ketika anak membantah, ajarkan agar mereka menunjukkan kasih dan menghormati orang yang lebih tua.

- Ketika anak tidak baik, ajarkan bagaimana mereka harusnya bertingkah laku dan berkata-kata.

- Ketika anak menyombongkan dirinya, ajarkan mereka untuk tidak egois dan mengasihi orang lain sama seperti dirinya sendiri.

- Ketika anak terlalu terobsesi mainan, hobi, dan hal lainnya. Ajarkan mereka untuk menjadikan Tuhan sebagai hal yang utama dalam hati mereka.

 

2. Berbicara dari hati ke hati, bukan hanya keberatan atas perilaku mereka.

 

Sumber: Parenting

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” Lukas 6: 45.

Ingatkan anak SuperParents bahwa perilaku mereka misalnya bukan disebabkan oleh kakak atau adik yang iseng, jadi mereka berbuat nakal. Tapi mungkin karena mereka sedang lelah atau lagi lapar. Jadi mudah dikuasai emosi. Ajaklah anak berbicara mengapa dan harus  bagaimana mereka bersikap. Tidak hanya dengan menasihati dan memarahinya saja.

 

3. Menyampaikan kasih sayang dan kebaikan, bukan hukuman.

 

Sumber: Evan Marc Katz

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Roma 5: 8.

Terlepas dari bagaimana reaksi anak terhadap nasihat kita, mereka perlu diberitahukan tentang kebaikan Tuhan melalui Kristus. Tuhan tidak menunggu mereka untuk berbuat baik baru menebus dosa mereka. Dia justru mengirimkan anak-Nya ke dalam dunia untuk menebus dosa walaupun mereka seringkali memberontak.

Oleh karena itu, sebagai orang tua marilah kita menasihati anak dengan kasih sayang dan memberikan pengertian kepada mereka tentang sikap dan perilakunya. Sadarkan anak bahwa Tuhan sendiri sudah berkorban untuk kita semua. Mereka juga harus menghargai dengan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. (CC)

Baca juga:

6 CARA AMPUH MENGAJARKAN FIRMAN TUHAN KEPADA ANAK SEDARI DINI

5 CARA MUDAH MENGAJARKAN ANAK PAHAM ARTI PASKAH YANG SESUNGGUHNYA

HADAPI ANAK YANG MENYEBALKAN DENGAN 5 CARA INI

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK