ARTICLE

Wed - Aug 01, 2018 / 1004 / Parenting

Cara Menjelaskan Bunuh Diri yang Menimpa Orang Terdekat Kepada Anak yang Ditinggalkan

Awal sampai pertengahan tahun ini, kita dikejutkan dengan beberapa berita miris tentang kasus bunuh diri pada anak remaja. Salah satunya remaja 16 tahun di Blitar yang sempat dikabarkan mengakhiri hidupnya karena ia khawatir tidak diterima di sekolah favoritnya. Lalu apa yang harus kita lakukan jika ada anak yang mendapatkan kabar bunuh diri yang dilakukan oleh orang terdekat mereka?

Berdasarkan rata-rata statistik, dalam sehari setidaknya ada dua hingga tiga orang yang melakukan bunuh diri di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya ada 812 kasus bunuh diri di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut adalah yang tercatat di kepolisian. Angka riil di lapangan bisa jadi lebih tinggi.

Baca juga : CIPTAKAN ANAK JENIUS DENGAN MENJADI ORANG TUA YANG “HADIR” SECARA EMOSIONAL

Bunuh diri adalah akibat dari kombinasi keadaan biologi, lingkungan, dan kejiwaan yang memuncak dalam perasaan putus asa dan tidak berdaya. Kondisi itulah yang akhirnya membuat orang tersebut untuk lari dari masalah lewat bunuh diri. Bila ada seorang anak bertanya mengapa seseorang bunuh diri, sebaiknya Anda menjelaskan kalau mereka itu merasa putus asa dan tidak berharga.

Alkitab mengatakan bahwa tindakan bunuh diri, tidak peduli seberapa tragisnya, adalah dosa yang tidak terampuni. Hal ini sama dengan penghujatan terhadap Roh Kudus dan penolakan akan Yesus Kristus. “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya,melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” (Markus 3: 29)

Sumber : Inspiratus

Lalu bagaimana kisahnya kalau justru orang terdekat Anda atau anak yang melakukan tindakan ini? Biasanya 5 efek ini akan keluarga dan kerabat terdekat rasakan:

1. Trauma dan rasa kehilangan ketika orang terdekat bunuh diri berbeda dengan konteks kematian normal.

2. Muncul perasaan marah, ditolak, dan ditinggalkan.

3. Keluarga yang ditinggalkan bisa mengalami PTSD (post traumatic stress disorder) & gangguan kecemasan kronis.

4. Investigasi kepolisian membuat psikis orang yang ditinggalkan semakin memburuk.

5. Orang yang ditinggalkan bisa melihat tindakan bunuh diri ini sebagai pengabaian/penolakan terhadap orang-orang yang peduli dengannya.

Sumber: HobNob Folsom

Cara memberitahukan dan menjelaskannya kepada anak?

1. Perhatikan raut muka anak Anda

Ada anak yang mengangkat bahu, menganggap itu cuma sepotong berita. Jika anak menunduk, membuang muka atau menangis, bahaslah apa yang terjadi dan bagaimana dia mengatasi perasaan itu. Apabila karena kabar tersebut mereka mengalami bullying dan mereka tidak bisa bangkit dari keterpurukannya, sebaiknya mintalah bantuan dari orang yang professional.

Jelaskan kalau Anda selalu berada di dekatnya dan akan sekuat tenaga berusaha menolongnya. Jelaskan juga kalau Tuhan ingin anak tersebut bangkit dan tetap melakukan kegiatannya, karena Tuhan selalu besertanya dan tidak pernah meninggalkannya.

 

2. Hindari kemungkinan terburuk yang bisa dilakukan oleh anak yang ditinggalkan

Cegahlah anak untuk meniru perilaku orang tersebut dan bereksperimen tanpa menyadari akibat yang mungkin terjadi dari tindakan mereka. Efek yang tadi sudah disebutkan diatas bisa saja dialami anak dan apabila ia tidak mampu mengatasinya, pikiran untuk melakukan hal yang sama mungkin saja terlintas. Oleh karena itu, jadilah teman curhatnya agar mereka tahu kalau ada yang peduli dengan mereka.

Baca juga : TERNYATA PR BERDAMPAK BURUK LHO UNTUK PERKEMBANGAN ANAK, TAPI KENAPA YA?

3. Memotivasi mereka

Jelaskan kepada mereka bahwa mereka tidak pernah sendiri karena Tuhan menawarkan harapan dan kemerdekaan (Mazmur34: 18-19). Yakinkanlah juga kepada mereka bahwa Tuhan lebih besar dari apapun yang kita hadapi di kehidupan ini dan menyediakan kita pertolongan dan kekuatan-Nya (1 Yohanes 4: 4).

 

4. Apa yang akan orang tua saya lakukan jika saya bunuh diri?

Pertanyaan ini mungkin mengejutkan orang tua. Hati-hatilah menjawab pertanyaan ini. Yang terbaik dapat Anda lakukan ialah, 'Orang tuamu mengasihimu. Mereka tidak pernah ingin kamu merasa tidak berharga. Mereka berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Tuhan pun demikian, Ia tidak pernah meninggalkanmu. Berjanjilah, kamu tidak akan pernah melakukan apa pun yang menyakiti dirimu atau orang lain!'

Biarkan anak-anak tahu bahwa mereka sangat berharga. Lari ke obat-obatan terlarang, alkohol atau bunuh diri bukanlah pemecahan bila mereka merasa tidak dikasihi atau tidak berharga. Tidak peduli apa pun yang terjadi, masalah selalu ada pemecahannya dan selalu akan ada bantuan yang mereka perlukan. (CC)

Sumber: dari berbagai sumber

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK