ARTICLE

Fri - Sep 09, 2022 / 13902 / Sunday School

Begini Caranya Menangani Anak Hiperaktif di Kelas Sekolah Minggu Kakak

Pusing sekaligus menantang ya rasanya kalau disekolah minggu, ada anak yang hiperaktif. Nggak bisa diam dan ada aja gerakannya yang aneh-aneh. Kadang sampai mengganggu temannya sendiri. Nah kalau begitu apa yang biasanya kakak lakukan agar dia bisa mengikuti kelas sekolah minggu dengan baik dan tertib?

Menjadi guru sekolah minggu (GSM) adalah sebuah pelayanan yang sangat menantang seperti guru sekolah pada umumnya. Tapi GSM lebih spesial karena yang diajarkan itu firman Tuhan. Walaupun dianggap “hanya” mengajar firman Tuhan, tapi kerennya kakak-kakak GSM ini harus juga lho dibekali ilmu menangani berbagai macam anak. Bahkan kalau perlu harus menguasai psikologi anak juga.

 Kakak-kakak tahukah Anda kalau kita terlalu banyak memberi larangan, terlalu dikekang, dan tidak nyaman, anak akan cenderung gelisah dan malah menjadi lebih aktif. Jadi kakak jangan buru-buru mencap anak itu hiperaktif ya.

Menurut June Thompson, seorang psikolog anak sekaligus penulis buku Toddler Care, Pedoman Merawat Balita, mengatakan sifat anak menjadi aktif biasanya terjadi ketika mereka tidak nyaman dan terlalu bahagia. Jadi ada semacam perasaan tertantang atau euforia  yang membuat mereka bergerak kesana kemari. Kakak jadi harus bisa membedakan mana anak yang aktif dan hiperaktif. Perbedaan mereka seperti ini:

Jika diberikan tugas atau aktivitas : anak aktif masih menunjukkan konsentrasi dan fokusnya, sedangkan anak hiperaktif cenderung tidak fokus dan cepat merasa jenuh sebelum tugasnya selesai. Kadang-kadang ia sampai meluapkan kemarahan di luar batas saat merasa tak mampu menyelesaikannya.

Saat anak bergaul dengan temannya: anak aktif masih menunjukkan empati dan kepedulian untuk berbagi, sedangkan anak hiperaktif sulit bergaul karena sangat agresif, gampang marah dan memberontak, bahkan merusak.

Kalau anak merasa lelah: Anak paling aktif sekalipun akan menyadari dirinya perlu beristirahat, sedangkan anak hiperaktif seperti tak kenal kata lelah. Selalu saja ada hal-hal yang membuatnya berbuat sesuatu, dan kebanyakan adalah aktivitas-aktivitas yang tidak perlu seperti mengangkat kedua tangan, menggerak-gerakkan kaki, memukul meja, menaiki kursi, dan sebagainya.

Setelah kita mengetahui perbedaannya, kita baru bisa memberikan perlakuan sesuai kebutuhan anak. Inilah cara yang bisa kakak guru lakukan untuk menangani anak hiperaktif:

1. Tunjukkan sikap tegas tapi tidak perlu marah.

Caranya bisa dengan memanggil nama mereka kemudian pandang mata dan wajahnya sampai perhatiannya menuju ke kakak. Berikan sugesti dengan mengatakan bahwa tindakan anak tersebut terlalu berlebihan dan sudah menganggu teman atau lingkungan di sekitarnya. Contohnya, “Sayang coba duduk dulu ya, kita dengarkan firman Tuhan. Kasihan kan teman-teman yang lain jadi terganggu karena sikap kamu. Padahal Tuhan kan sedang mau berbicara denganmu lho.”

2. Konsisten dengan apa yang kakak ucapkan.

Seringkali mereka aktif karena gusar. Jadi jangan buat mereka gusar saat kakak memberikan janji berlebihan ketika mereka merajuk ya.

3. Jika kakak berkata tidak, berikan penjelasannya.

Keingintahuan dan rasa tidak terima dalam diri mereka akan membuatnya merengek terus menerus bahkan bisa menjadi besar. Berikanlah penjelasan dengan bahasa yang sederhana yang mudah dimengerti, jangan gunakan analogi atau kiasan.

4. Bantu mereka menenangkan diri saat frustasi atau stress, dan marah.

Doronglah anak untuk mengambil nafas dalam-dalam, hirup dari hidung dan buang dari mulut. Kakak juga bisa memberikan sentuhan atau pijatan lembut di pundaknya.

5. Berkoordinasi dengan orang tua tentang makanan anak.

Kakak bisa berkoordinasi dengan orang tua agar anak tidak memakan makanan yang banyak mengandung gula, bahan pengawet, pewarna, dan minuman dingin sebelum mereka ke sekolah minggu.

6. Berikan perlakuan yang sama seperti kepada anak lainnya.

Perbedaan perlakuan yang kakak berikan justru bisa menjadi pemicu kemarahannya. Biarkan ia melakukan aktivitas seperti biasanya, sehingga teman-temannya bisa mengerti apa yang harus dilakukan untuk membantunya.

7. Beri pengertian teman satu kelas untuk tidak antipati terhadapnya.

Bahkan mereka bisa berperan membantu si anak hiperaktif agar bersikap normal kembali. Berilah petunjuk yang jelas kapan harus mendekat dan mengajaknya bermain, dan kapan harus menjaga jarak.

Sumber : dari berbagai sumber

Baca juga:

LAKUKAN 3 CARA INI AGAR ANAK BISA MENGUCAP SYUKUR

AYO BANTU ANAK MENGENAL FIRMAN TUHAN DENGAN CARA INI

TOLAK JADI GURU MEMBOSANKAN! INI 5 CARA JADI GURU YANG MENYENANGKAN

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Contasia C

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK