ARTICLE

Fri - Oct 20, 2017 / 37626 /

7 Kesalahan Fatal Yang sering dilakukan Guru Sekolah Minggu

Pelayanan sekolah minggu, tidak terlepas dari peran Guru Sekolah Minggu. Mengajar anak-anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Bukan hanya mengajak anak-anak bernyanyi kemudian mendengar cerita lalu selesai. Tapi bagaimana anak-anak ini akhirnya mengenal Tuhan dan Juruselamat-Nya serta hidupnya diubahkan oleh Firman Tuhan. Guru menjadi figur utama dalam pelayanan anak. Sebagai guru harus mampu memahami kondisi-kondisi yang memungkinkan dirinya berbuat salah, dan yang paling penting adalah mengendalikan diri serta menghindari dari kesalahan-kesalahan itu.

Dalam pelayanan sekolah minggu, masih banyak guru melakukan kesalahan-kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh guru dalam menunaikan tugas dan fungsinya. Bahkan masih banyak diantaranya yang menganggap hal biasa. Padahal sekecil apapun kesalahan yang dilakukan guru sekolah minggu, khususnya dalam mengajar anak di sekolah minggu akan berdampak negatif terhadap pengenalan anak kepada Kristus. Berikut ini ada 7 kesalahan fatal yang sering dilakukan guru sekolah minggu:

1. Mengajar dengan Persiapan Minim.

Mengapa pelayanan anak sering terabaikan? Jangan-jangan karena guru-guru Sekolah Minggu berpikir, materinya kan masih mudah atau tidak masalah jika tidak persiapan. Meskipun anak-anak, tapi mereka bisa membedakan mana guru yang sungguh-sungguh mempersiapkan diri dengan baik atau sekedar mengerjakan tanggung jawab. Beberapa guru sekolah minggu mempersiapkan  bahan mengajar sehari sebelumnya atau bahkan satu jam sebelum mengajar.  Kalau kamu pelakunya segeralah bertobat. Siapkan materi sekolah minggu minimal seminggu sebelumnya.

2. Tidak Mau Meminta Bantuan.

Menjadi guru sekolah minggu membutuhkan keterampilan luar biasa, jadi kadang kita sering berusaha untuk tampil sebagai pahlawan super yang dapat menangani masalah dengan cara sendiri. Tapi SuperTeacher tidak bisa demikian. Jangan takut mengakui kesalahan dan meminta bantuan rekan guru atau gembala di gereja kamu bahkan guru sekolah minggu di gereja lain. Mintalah bantuan, saran dan masukan agar bisa memperkaya referensi kita untuk mengajar.

3. Meminimalkan Komunikasi dan Keterlibatan Orangtua.

Mungkin guru merasa pelayanan sekolah minggu tidak ada urusannya dengan orang tua. Tetapi perlu disadari waktu kita terbatas dengan anak.  Pendekatan kepada orang tua, membuat pelayanan kita lebih mudah karena bisa bergandengan tangan dengan orang tua memperkenalkan  Kristus dan  mendukung  perbaikan perilaku anak. Berkomunikasilah kepada orang tua anak sehingga kita tau pendekatan yang terbaik buat anak dan orang tua juga tau bagaimana ia harus mendidik anaknya.

4. Tidak Menjadi Teladan.

Guru sekolah minggu terbaik adalah keteladanan, itu sudah menjadi prinsip. Jika kita tidak bisa menjadi teladan yang baik dalam segala hal, baik itu kedisiplinan, penampilan, gaya hidup dan lainnya bagaimana kita bisa menjadi guru yang baik? Jika ingin anak sekolah minggunya rajin membaca Alkitab maka terlebih dahulu rajinlah membaca Alkitab. Ada guru sekolah minggu yang mengajari anak berdoa tutup mata tetapi ia sendiri buka mata. Guru mengajarkan memberikan persembahan tetapi saat di sekolah minggu guru tidak memberikan persembahan. Ajarkanlah apa yang sudah kita lakukan.

5. Fokus Pada Anak yang Berperilaku Negatif.

Dalam pelayanan sekolah minggu, kita berhadapan dengan sejumlah anak yang semuanya ingin diperhatikan. Mereka senang jika mendapat pujian dari guru sekolah minggu dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan. Namun sayang, tidak sedikit guru yang sering lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik. Biasanya guru baru memberikan perhatian kepada anak  ketika ribut, main gadget, mengganggu temannya lari-lari, dan hal negatif lainnya. Kondisi tersebut membuat anak beranggapan bahwa untuk mendapatkan perhatian dari guru sekolah minggu harus berbuat salah, gaduh, menganggu atau melakukan tindakan negatif lainnya.

6. Tidak membuat Administrasi yang teratur.

Jika kita meminta laporan dari guru-guru sekolah minggu baik laporan jumlah anak, laporan perencananan, laporan kegiatan sekolah minggu, atau laporan yang lainnya sangat sedikit gereja yang memilikinya. Guru sekolah minggu berpikir yang penting mengajar dan tidak perlu administrasi. Administrasi terlalu formal buat pelayanan anak. Tetapi perlu kita ketahui guru yang baik adalah administrator yang baik. Dia harus bisa merencanakan dengan baik. Dengan kita mencatat semua perkembangan pelayanan anak maka kita bisa evaluasi dan memikirkan strategi yang tepat  untuk mencapai tujuan pelayanan sekolah minggu kita.

7. Tidak Melakukan Evaluasi.

Apabila terdapat kegagalan dalam mengajar sekolah minggu, maka di situlah guru sekolah minggu perlu melakukan introspeksi sudah benarkah yang kita lakukan? Kemudian dilanjutkan apa yang bisa kita  lakukan untuk memperbaiki keadaan? Jadi, guru harus selalu belajar dan belajar untuk semakin lebih baik.  

Sumber : superbookindonesia.com (Sandi Hutahaean)

Baca juga: 

5 ALASAN KENAPA KAMU HARUS JADI GURU SEKOLAH MINGGU

TIPS JAWABAN JITU SAAT ANAK BERTANYA URUSAN ORANG DEWASA

MENCARI KERJA? TIPS MENENTUKAN BESARAN GAJI ANDA

INGIN PUNYA ANAK YANG TAKUT AKAN TUHAN? INI YANG HARUS SUPERPARENT LAKUKAN

 

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK