ARTICLE

Fri - Aug 03, 2018 / 4401 / Sunday School

5 Masalah yang Sering Dihadapi Guru Sekolah Minggu. Apakah Kakak Pernah Merasakannya?

Ternyata jadi guru Sekolah Minggu nggak segampang seperti yang dilihat orang. Selain harus punya persiapan matang dalam mengajar, memperhatikan komposisi asupan firman yang baik untuk dikonsumsi anak-anak, guru Sekolah Minggu juga nggak luput dari masalah-masalah besar loh. Coba lihat 5 masalah ini. Pernah nggak kakak mengalaminya?

1. Disemprot orangtua karena menegur anak mereka

Tidak semua anak di kelas nurut. Suatu hari ada yang nakal, misalnya main handphone saat pelajaran Alkitab. Apalagi kalau sampai mempengaruhi anak lain. Duh, greget deh. Pasti ditegur donk ya. Eh selesai Sekolah Minggu, mama si anak nyamperin dan nyemprot kakak.

2. Partner di Sekolah Minggu tidak menjalankan tugasnya

Teman guru Sekolah Minggu kakak malas. Disuruh datang di kelas persiapan, dapat jadwal memimpin pujian atau membawakan cerita Alkitab tapi sering mangkir dengan berbagai macam alasan.

3. Kakak lebih sering menjadi jongos

Masih dengan partner yang tidak bisa bekerja sama, tim kakak ada yang suka senang-senangnya aja. Kalau ada anak yang mau ke toilet atau nangis, dia pura-pura nggak tahu. Selesai Sekolah Minggu, dia nggak mau bersihin ruang kelas.

4. Guru Sekolah Minggu yang lebih senior menolak inovasi kakak

Senioritas terjadi di pelayanan kakak. Setiap kali kakak mengungkapkan ide baru yang lebih kreatif langsung ditolak guru lain yang sudah lebih lama melayani Sekolah Minggu dengan alasan “dari dulu udah kayak gini. Jangan diganti-ganti.”

Baca juga: 6 Tips Ampuh Untuk Membantu Anak Pemalu Menjadi Berani Bersosialisasi dan Bergaul

Menghafal Ayat Alkitab Acak Dengan 6 Langkah Mudah

5. Tidak mendapat support dari pengurus gereja

Oknum gereja yang memegang pengaruh besar atas semua keputusan gereja memiliki pandangan berbeda dengan kakak mengenai kemajuan Sekolah Minggu. Setiap program pelayanan yang kakak ajukan, diabaikan. Permohonan dana Sekolah Minggu dipangkas dan kakak terpaksa cari dana sendiri. Nggak mungkin dong mengharapkan sumbangan dari anak-anak atau melibatkan mereka dalam pencarian dana.

Semua hal di atas membuat kakak seolah berjuang melayani seorang diri. Sering sakit hati, sedih, dipendam aja sendirian, dan rasanya pengen mundur dari pelayanan Sekolah Minggu. Duh, please jangan dulu kak. Pertimbangkan dua hal mendasar ini.

Tuhan yang memanggil kakak

Masalah yang kakak hadapi seharusnya semakin meneguhkan hati kakak bahwa ini memang panggilan Tuhan. Jumlah guru Sekolah Minggu yang sedikit seharusnya membuat kakak bangga karena kakak-lah yang dipilih Tuhan. Belum tentu loh semua orang sanggup melayani Sekolah Minggu.

Kakak berkesempatan jadi history maker

Keren nggak sih jadi history maker? Ya iya donk. Kalau kakak berhasil mematahkan pikiran orang-orang di gereja mengenai pelayanan Sekolah Minggu yang dinilai kecil, kakak akan dikenang loh. Dan pastinya Sekolah Minggu di gereja kakak akan semakin diperhatikan. Suara atau usul-usul kakak mengenai kemajuan Sekolah Minggu juga akan diperhitungkan.

Terus berdoa, tetap semangat dan harus selalu bangga menjadi guru Sekolah Minggu ya kak. Tuhan memberkati (CG)

Carryn Graciano

Penulis Konten
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK