ARTICLE

Thu - Dec 03, 2020 / 823 / Inspirational

3 Hal yang Harus Gereja Lakukan Agar Orang Tua Mau Mengembangkan Kerohanian Anak

Apa peran penting yang terkadang dilupakan oleh manusia, terutama yang sudah menjadi orang tua? Pertumbuhan kerohanian anak! Menurut survey Bilangan Research Center (BRC), sosok yang paling berjasa yang menuntun generasi muda Kristen di Indonesia untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat (dilahirkan kembali) dan mengambil keputusan untuk percaya dan menjadi pengikut Kristus yang sungguh-sungguh adalah orang tua (73.1%) dan pendeta (10.6%).

Hal ini membuktikan bahwa anak-anak dan remaja bergantung kepada orang tua untuk pertumbuhan dan perkembangan iman mereka. Namun sayangnya hasil survei BRC juga membuktikan hanya 23% orang tua yang dianggap baik dalam membimbing spiritualitas anak.

Padahal firman Tuhan dalam Ulangan 6 : 7 mengatakan, “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”. Ini adalah standar yang diberikan Tuhan bagi orang tua untuk membimbing spiritualitas anak.

Baca juga : SELFIE SAAT BERIBADAH, DIPERBOLEHKAN ATAU TIDAK YA?

Hal ini tidak terlepas dari peran gereja juga untuk menumbuhkan kesadaran para orang tua agar mereka mau membimbing dan mengajarkan firman Tuhan dengan baik kepada anak-anaknya. Oleh karena itu, inilah 3 hal yang bisa gereja lakukan :

  1. Gereja memperkuat pembinaan persiapan pernikahan

Tidak semua pasangan yang hendak menikah betul- betul telah siap untuk melaksanakan fungsi serta tanggung jawab sebagai suami dan istri seperti yang tertulis dalam Efesus 5: 22- 33. Banyak dari mereka yang tidak siap menjadi seorang bapak dan ibu yang mendidik anak- anak di dalam ajaran dan nasihat Tuhan( Efesus 6: 4 dan 1 Tesalonika 2: 7). Prinsip- prinsip dasar mengenai perkawinan Kristen dan pengasuhan anak sesuai Alkitab perlu ditanamkan dengan benar, bukan hanya ditabur saja( 1 arah). Kurikulum pembinaan persiapan perkawinan juga hendaknya selalu disesuaikan dengan ilmu dan kebutuhan/ tantangan zaman.

 

  1. Gereja perlu memberikan bimbingan kepada orang tua muda

Prinsip kehidupan perkawinan dan keluarga Kristen yang ditanam saat pembinaan persiapan perkawinan bisa jadi sama dari tahun ke tahun, dari satu generasi ke generasi yang lain. Akan tetapi, situasi dan keadaan yang dirasakan tiap pasangan itu berbeda-beda seiring perkembangan zaman. Para orang tua baru mempunyai kesulitannya masing- masing. Awalnya mereka bisa mendapatkan masukan dari orang tuanya dulu, sayangnya belum tentu relevan dan efektif saat ini. Oleh sebab itu, diperlukan komunitas khusus di gereja sehingga para pasangan muda yang hidup di generasi yang sama bisa saling menolong dan menguatkan, serta bisa belajar bersama dengan menemukan bimbingan dari Hamba Tuhan.

 Baca juga : AYAT ALKITAB YANG BISA MENGUATKANMU DAN MEMBUATMU SEMANGAT DI BULAN DESEMBER INI

  1. Gereja bisa mengadakan pelayanan untuk memperkokoh pernikahan

Tidak cuma pasangan muda, namun seluruh pasangan yang telah menempuh kehidupan perkawinan cukup lama juga butuh terus diperkokoh. Hal ini bertujuan supaya suami dan istri terus mengingat serta melaksanakan fungsinya dengan baik, sesuai dengan apa yang Tuhan mau dalam kehidupan perkawinan dan juga kehidupan berkeluarga.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK