ARTICLE

Wed - May 16, 2018 / 879 /

5 Kisah Hidup yang Inspiratif dari Korban Bom 3 Gereja di Surabaya

Kejadian di tanggal 13 Mei 2018 membekas bagi banyak orang, terutama warga Surabaya. Sebelumnya Superbook mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi para keluarga korban. Trauma masih membekas, tapi kita semua harus bangkit. Ada sekelumit kisah dibalik para korban yang mungkin belum Anda ketahui. Kita bisa belajar dari kisah hidup mereka yang taat beribadah, heroik, menyenangkan, dan peka.

Inilah kisah mereka:

 

1. Daniel Agung Putra Kusuma

Sumber: Tribunnews.com

Ia masih berumur 15 tahun dan merupakan salah satu korban bom di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya. Waktu itu ia bertugas sebagai juru parkir di gereja dan menghadang mobil Toyota Avanza yang akhirnya meledak. Daniel saat itu membantu ayahnya yang bekerja sebagai juru parkir. Tanpa aksi Daniel, korban yang berjatuhan tentu jauh lebih banyak mengingat bom tersebut termasuk kategori high explosive. Daniel dijuluki little hero oleh warga sekitar.

Baca juga: 

TERUNGKAP! ALASAN MENGAPA KEBENCIAN BEGITU MUDAH MENGAKAR DAN MEMPENGARUHI MANUSIA

Menurut Pendeta Yonathan Biantoro Wahono, Daniel dikenal orang yang aktif di sekolah Minggu, dia juga sebagai kader drum di gereja. Pendeta lainnya, Lia Santoso dan Tierza, juga menyebut Daniel anak yang murah hati, sopan, dan sering membantu di gereja meski bukan acara ibadah. Dia juga sering mengajari anak-anak bermain drum.

 

2. Sri Pudjiastuti

Sumber: Top Trending Topics Indonesia

Korban meninggal bom Gereja Pantekosta Surabaya, Sri Pudjiastuti yang biasa disapa Tutik merupakan sosok yang tangguh. Tutik sudah biasa bekerja keras. Menjadi seorang sopir bus malam hingga sopir taksi sudah pernah dilakoninya. Meski tak memiliki pekerjaan tetap, Tutik tak lupa diri bila mendapatkan rejeki banyak. Setelah terkumpul uang hasil kerja kerasnya, Tutik memilih pulang ke Solo untuk menemui saudara dan keponakannya.

'Umurnya hampir 70 tahun tapi tidak terlihat seperti perempuan berumur seperti itu. Energik sekali dia,' jelas Tri Nuryani (57), kerabat korban. Bagi rekan-rekan satu gereja, Tutik merupakan sosok yang menyenangkan. Lantaran keterbukaan sikap dan suka bercanda, Tutik memiliki banyak teman.

 

3. Aloysius Bayu Rendra Wardhana

Sumber: Tribun Manado

Bayu termasuk salah satu dari korban tewas akibat ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Dia menjadi martir karena berani mengadang laju sepeda motor yang dikemudikan pelaku bom Surabaya. Aksi heroik Bayu, yang membuatnya kehilangan nyawa, telah mencegah jatuhnya banyak korban jiwa.

Baca juga: 

6 HAL YANG PERLU GURU SEKOLAH MINGGU SAMPAIKAN KEPADA ANAK TERKAIT AKSI TEROR

Bayu merupakan aktivis gereja sekaligus jemaat yang taat. Menurut Hermanto Dwi, kerabat Bayu yang juga merupakan petugas keamanan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Bayu dikenal sebagai sosok yang sangat baik dan penuh tanggung jawab. Bayu selalu hadir pagi menjelang semua jemaat datang untuk memastikan keamanan berjalan dengan baik.

 

4. Vinsensius Evan dan Nathanael

Sumber: www.bintang.com

Evan (11 tahun) dan Nathan (8 tahun) juga merupakan korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel, Surabaya. Mereka berdua anak yang baik. Disaat anak-anak yang lain mungkin tengah asyik menonton acara favoritnya di TV, Nathan dan Evan sudah berdandan rapi untuk pergi beribadah Minggu bersama orangtuanya.

Saat itu, Wenny bersama dua anaknya menjadi korban. Bersama keluarga yang lain, mereka berempat baru saja turun dari mobil. Baru empat langkah, dari arah belakang ada motor menerobos halaman Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela. Wenny bersama keluarga dan dua anaknya pun menjadi korban.

 

5. Yesaya Bayang

Sumber: Youtube

Yesaya adalah satpam di GKI Diponegoro, sempat memegangi pelaku Bom Surabaya. Dia bertanya kepada tiga orang (pelaku) itu. 'Ibu mau ke mana?' tanya Yesaya. Bukannya menjawab, tiga orang itu, seorang dewasa dan dua anak-anak, malah kian mempercepat langkah menuju pintu gereja di Jalan Diponegoro tersebut. Melihat gelagat mencurigakan itu, dengan segera Yesaya mengejar ketiganya.

Baca juga:

10 CARA ORANG TUA MENJELASKAN TENTANG SITUASI DARURAT DAN TINDAKAN TERORISME KEPADA ANAK

Yesaya pun spontan langsung memegang si ibu yang akhirnya memberontak. Karena mendapatkan perlawanan, Yesaya pun memegang lebih erat. Saat itulah ledakan keras langsung terdengar. Yesaya mengalami luka bakar di kaki dan tangan sebelah kanan serta pipi. Yesaya mencoba untuk menghentikan ibu dan kedua anaknya masuk ke dalam gereja. Tanpa kepekaan dari Yesaya, mungkin pelaku bisa masuk ke dalam gereja dan tidak ada yang mencegahnya. (CC)

Mari kita doakan bersama bagi para keluarga korban yang ditinggalkan agar bisa kuat dan Tuhan memberikan penghiburan bagi mereka. Kiranya juga Tuhan menyembuhkan para korban yang terluka akibat kejadian ini.

Sumber: Dari berbagai sumber

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK