ARTICLE

Sat - Jun 10, 2017 / 1488 /

Dampak Negatif Ucapkan Kata “Jangan” Pada Anak

Orangtua yang mempunyai anak di usia balita memang akan kerap heran dengan segala tingkah laku yang dilakukannya. Ada kala orangtua akan berteriak keras untuk menghentikan perbuatan si anak, misalnya saat anak mulai mengacak-acak deretan buku, atau memporak-porandakan seisi rumah.

Pada saat demikian, kata pertama yang akan dikeluarkan orangtua adalah kata ‘Jangan’. Namun, orangtua harus berhati-hati pada setiap kata yang Anda ucapkan, bukannya menghentikan si anak malah kata-kata itu justru berdampak buruk bagi anak.

Menurut psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, orang tua disarankan untuk menghindari kalimat negatif yang mengandung kata ‘Jangan!’ Selain mereka sedang anti dilarang, anak juga masih sulit menyimpulkan bentuk kalimat negatif. Contohnya saat anak mencoret tembok, orangtua akan melarang dengan kalimat ’Jangan mencoret tembok nak!’ Padahal menurut penelitian, larangan demikian hanya akan menyebabkan rasa percaya diri anak tidak berkembang maksimal. Akibatnya, saat anak bertumbuh besar anak akan takut melakukan sesuatu hal yang berisiko. Bahkan anak akan tumbuh dengan karakter rasa minder yang tinggi, apatis dan agresif.

Bagi para orangtua yang masih menerapkan hal ini bisa mencontoh pola asuh yang diterapkan aktor kawakan sekaligus sutradara film, Lukman Sardi ini. Sebagai orangtua modern, Lukman kerap menangani ketiga anaknya dengan membiasakan diri untuk tidak mengucapkan kata ‘Jangan’ kepada mereka. Menurutnya, kata ‘jangan’ bisa membentuk pribadi anak menjadi tidak berani.

“Aku sering enggak bilang ‘jangan’ karena nanti jadi enggak mau mengambil risiko,” ujar Lukman beberapa waktu silam.

Dibanding harus menggunakan kata negatif tersebut, Lukman lebih memilih untuk mengawasi mereka sambil terus mengingatkan untuk berhati-hati. “Kalau misalnya mereka turun tangga, jangan bilang ke anak ‘Awas jatuh! Aku awasi mereka dan bilang mereka untuk hati-hati,” terangnya.

Memang akan terkesan sulit bagi orangtua untuk melarang anak dengan bentuk yang berbeda, namun bukan tidak mungkin cara lain juga bisa diterapkan orangtua untuk menggantikan kata ’Jangan’ kepada anak, yaitu dengan menggunakan kata yang lebih positif. Gunakan kalimat yang lebih positif dan membuat anak merasa diizinkan melakukan yang dia inginkan dengan lebih baik. Misalnya, saat anak mencoret dinding orang tua bisa mengucapkan kalimat seperti: Nak, coret-coret di kertas aja, nanti dindingnya kotor dan susah dibersihin loh! Atau menggunakan kata jangan hanya untuk sesuatu hal yang sangat penting saja. Misal, ketika anak menyakiti orang lain, maka ucapkan kalimat: Nak jangan dipukul, nanti dia nangis loh.

Adalah penting bila orang tua menerapkan pola asuh yang baik kepada anak sejak dini. Karena setiap hal yang mereka dapatkan sejak kecil akan mempengaruhi anak di masa dewasanya. Mari belajar untuk membangun generasi bangsa yang baik sejak saat ini!

Sumber : Parenting.co.id/

 

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK