Orangtua
yang mempunyai anak di usia balita memang akan kerap heran dengan segala
tingkah laku yang dilakukannya. Ada kala orangtua akan berteriak keras untuk
menghentikan perbuatan si anak, misalnya saat anak mulai mengacak-acak deretan buku, atau memporak-porandakan seisi rumah.
Pada
saat demikian, kata pertama yang akan dikeluarkan orangtua adalah kata
‘Jangan’. Namun, orangtua harus berhati-hati pada setiap kata yang Anda
ucapkan, bukannya menghentikan si anak malah kata-kata itu justru berdampak buruk bagi anak.
Menurut
psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, orang tua disarankan untuk
menghindari kalimat negatif yang mengandung kata ‘Jangan!’ Selain mereka sedang
anti dilarang, anak juga masih sulit menyimpulkan bentuk kalimat negatif. Contohnya
saat anak mencoret tembok, orangtua akan melarang dengan kalimat ’Jangan
mencoret tembok nak!’ Padahal menurut penelitian, larangan demikian hanya akan
menyebabkan rasa percaya diri anak tidak berkembang maksimal. Akibatnya, saat
anak bertumbuh besar anak akan takut melakukan sesuatu hal yang berisiko.
Bahkan anak akan tumbuh dengan karakter rasa minder yang tinggi, apatis dan agresif.
Bagi
para orangtua yang masih menerapkan hal ini bisa mencontoh pola asuh yang
diterapkan aktor kawakan sekaligus sutradara film, Lukman Sardi ini. Sebagai
orangtua modern, Lukman kerap menangani ketiga anaknya dengan membiasakan diri
untuk tidak mengucapkan kata ‘Jangan’ kepada mereka. Menurutnya, kata ‘jangan’ bisa membentuk pribadi anak menjadi tidak berani.
“Aku
sering enggak bilang ‘jangan’ karena nanti jadi enggak mau mengambil risiko,” ujar Lukman beberapa waktu silam.
Dibanding
harus menggunakan kata negatif tersebut, Lukman lebih memilih untuk mengawasi
mereka sambil terus
mengingatkan untuk berhati-hati. “Kalau misalnya mereka turun tangga, jangan
bilang ke anak ‘Awas jatuh! Aku awasi mereka dan bilang mereka untuk hati-hati,” terangnya.
Memang
akan terkesan sulit bagi orangtua untuk melarang anak dengan bentuk
yang berbeda, namun bukan tidak mungkin cara lain juga bisa diterapkan orangtua
untuk menggantikan kata ’Jangan’ kepada anak, yaitu dengan menggunakan kata
yang lebih positif. Gunakan kalimat yang lebih positif dan membuat anak merasa
diizinkan melakukan yang dia inginkan dengan lebih baik. Misalnya, saat anak
mencoret dinding orang tua bisa mengucapkan kalimat seperti: Nak, coret-coret di kertas aja, nanti
dindingnya kotor dan susah dibersihin loh! Atau menggunakan kata
jangan hanya untuk sesuatu hal yang sangat penting saja. Misal, ketika anak menyakiti
orang lain, maka ucapkan kalimat: Nak jangan dipukul, nanti dia nangis loh.
Adalah
penting bila orang tua menerapkan pola asuh yang baik kepada anak sejak dini.
Karena setiap hal yang mereka dapatkan sejak kecil akan mempengaruhi anak di
masa dewasanya. Mari belajar untuk membangun generasi bangsa yang baik sejak saat ini!
Sumber : Parenting.co.id/
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK