ARTICLE

Mon - Apr 06, 2026 / 50 / Parenting

Belajar Melepas dan Menjadi Tempat Pulang

Dalam proses bertumbuh, akan ada masa di mana anak mulai ingin menentukan jalannya sendiri. Mereka merasa sudah cukup tahu, cukup mampu, dan ingin mencoba tanpa banyak arahan. Sebagai orangtua, momen ini seringkali membingungkan—antara ingin melindungi, tapi juga tidak ingin mengekang.

Kisah Anak yang Hilang menggambarkan hal ini dengan begitu nyata.

Seorang anak memilih meninggalkan rumah, mengambil keputusannya sendiri, dan menjalani hidup tanpa arahan orangtuanya. Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Tapi seiring waktu, ia mulai merasakan konsekuensi—kehilangan arah, merasa kosong, dan tidak lagi tahu ke mana harus pergi. Bukankah ini juga yang bisa terjadi dalam kehidupan anak-anak kita hari ini?

Di tengah dunia yang penuh pilihan, anak bisa saja tergoda untuk mengikuti jalannya sendiri—tanpa mempertimbangkan nilai yang sudah ditanamkan. Dan sebagai orangtua, kita tidak selalu bisa mengontrol semua langkah mereka. Namun, kisah ini tidak berhenti pada kesalahan sang anak. Yang membuatnya begitu kuat adalah respon dari sang ayah. Alih-alih menolak atau menghakimi, sang ayah justru menyambut anaknya kembali dengan penuh kasih. Ia tidak menuntut kesempurnaan, hanya merindukan kepulangan. Di sinilah letak pelajaran penting bagi kita sebagai SuperParents.

 

 

BACA JUGA : Kenapa Kita Bisa Jauh dari Tuhan? Kisah Seru yang Bantu Anak Mengerti Jalan Pulang

 

 

Anak Boleh Belajar, Tapi Tetap Butuh Arah

Keinginan anak untuk mandiri bukanlah hal yang salah. Itu bagian dari proses bertumbuh. Namun, tanpa arah yang benar, mereka bisa dengan mudah tersesat—bukan hanya secara pilihan, tapi juga secara hati. Peran orangtua bukan sekadar memberi aturan, tapi menanamkan nilai. Bukan hanya melarang, tapi membimbing dengan kasih dan konsistensi.

Saat anak melakukan kesalahan, respon kita akan menentukan apakah mereka merasa aman untuk kembali atau justru menjauh. Anak yang takut dihakimi akan cenderung menyembunyikan kesalahan. Tapi anak yang tahu bahwa orangtuanya adalah tempat yang aman, akan lebih berani jujur dan belajar dari kesalahannya.

Menjadi “tempat pulang” berarti:

- Mendengarkan tanpa langsung menghakimi
- Mengoreksi dengan kasih, bukan emosi
- Membuka ruang untuk anak bertumbuh, bukan menuntut sempurna
- Kasih yang Menerima Selalu Membentuk Lebih Dalam

Disiplin itu penting, tapi kasih yang menerima adalah yang membentuk hati anak paling dalam. Sama seperti sang ayah dalam kisah tersebut, kasih yang tidak bersyarat memberi kesempatan kedua—dan bahkan memulihkan.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK