ARTICLE

Mon - Nov 27, 2023 / 179 / Parenting

ANAK SUKA MEMBANTAH? ORANG TUA BIJAK LAKUKAN INI!

Sebagai orang tua yang memiliki anak dengan rentang usia usia 6-12 tahun, kita seringkali dihadapkan pada tantangan mendidik anak, terutama ketika mereka mulai menunjukkan tanda-tanda membantah. Namun bagaimana kita, sebagai orang tua kristen menyikapi anak yang mulai membantah? Sebelum itu mari kita cari tahu apa penyebab anak mulai membantah?

a. Perkembangan Emosi Anak

Anak-anak usia awal sekolah sewajarnya sedang mengalami fase perkembangan emosional yang signifikan. Mereka mulai menggali identitas mereka sendiri dan bereksplorasi dalam dunia emosional. Kadang-kadang, mereka merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata, sehingga mereka cenderung menggunakan perilaku membantah sebagai saluran ekspresi emosional mereka nih SuperParents.

b. Kurangnya Kemampuan Ekspresi

Anak-anak pada usia ini mungkin belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan perasaan mereka secara verbal. Sehingga mereka mungkin merasa frustrasi atau tidak dipahami, dan perilaku membantah menjadi cara mereka untuk mengekspresikan ketidaknyamanan mereka pada SuperParents.

c. Keinginan untuk Mandiri

Selama fase ini, anak-anak juga mulai merasakan dorongan untuk menjadi mandiri atas diri mereka. Mereka ingin merasa memiliki kontrol atas keputusan mereka sendiri. Membantah adalah cara untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki pendapat dan keinginan yang perlu diakui oleh SuperParents.

Cara Bijak Menanggapi Anak yang Membantah

Sebagai orang tua Kristen, tentu SuperParents bertanggung jawab untuk mencerminkan karakter kristus melalui tindakan. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan SuperParents untuk menghadapi anak yang membantah:

1. Jangan Melabeli Anak Pembangkang

Semarah dan sekesal apapun SuperParents pada sikap membantah anak, coba tahan diri untuk tidak pernah melabeli anak secara negatif. Hal ini dapat mempengaruhi nilai diri anak, anak akan meyakini nilai diri mereka seperti label yang diberikan SuperParents dan mereka cenderung akan menjadi pribadi yang rendah diri.

2. Ajak Anak Berbicara

Pastikan ajak anak bicara saat emosi anak dan SuperParents sudah tenang ya, agar suasana nyaman dan tidak mengintimidasi. Dengarkan kemauan anak secara jelas, lalu sampaikan sudut pandang SuperParents. Berikan juga kesempatan pada anak untuk memilih dan carilah jalan tengah sehingga keduanya merasa nyaman. Anak pun akan merasa ia tetap memiliki kendali atas pilihannya meski tetap dalam pengawasan SuperParents.

3. Berikan Teladan Kristus

Ketika menghadapi anak yang membantah, penting untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi berlebihan ya SuperMom dan SuperDad. SuperParents diharapkan dapat mengendalikan cara dan nada berbicara pada anak sehingga anak bisa melihat bagaimana cara SuperParents meresponi sikap mereka. Hal ini dapat membuat anak melihat teladan kristus dalam diri SuperParents.

Titus 2:7 TB dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu.

Audreyline S. Candy

Penulis Konten
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK