ARTICLE

Mon - Jun 12, 2023 / 615 / Parenting

Kapan Orang Tua Seharusnya Izinkan Anak Punya Ponsel Sendiri?

Jangankan remaja, anak usia di bawah 5 tahun sudah tak lagi lazim punya ponsel sendiri. Ya, kita bisa bilang hubungan erat antara ponsel dan anak tak lagi bisa dipisahkan di masa-masa ini.

Keterikatan anak terhadap ponsel bisa menyebabkan banyak dampak negatif, mulai dari kurangnya perhatian anak terhadap hal yang lebih prioritas, bersikap acuh dengan orang-orang terdekat dan sekitar serta menyebabkan anak kehilangan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Inilah yang memicu banyak pertanyaan dikalangan orang tua. Salah satu pertanyaan yang penting untuk dijawab adalah: Kapan anak sepatutnya diizinkan punya ponsel?

Sebagai orang tua, kita bertanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan karakter dan spiritual anak selama masa pertumbuhannya. Jadi cobalah untuk benar-benar mempertimbangkan beberapa hal ini sebelum memutuskan mengizinkan anak memiliki ponsel pribadi.

 

Baca Juga: NO GADGET! LATIH ANAK TETAP TENANG DAN FOKUS IKUT IBADAH DENGAN 10 TIPS INI

 

1. Sudah Punya Sikap Tanggung Jawab

Di usia berapakah anak sudah memiliki karakter ini? Selama anak belum bisa bertanggung jawab dengan barang yang ia punya, urungkan niat untuk memberikan ponsel.

Bertanggung jawab bukan hanya dari sisi anak bisa menjaga barang kepunyaannya, tetapi bagaimana anak bertanggung jawab dengan waktu dan prioritasnya yang lain selain bermain ponsel. Jadi sebelum memberikan ponsel, berikan anak syarat penting bahwa punya ponsel hanya mungkin terjadi kalau dia sudah bertanggung jawab.

 

2. Saat Anak Tetap Membutuhkan Orang Lain

Seorang anak yang tertutup akan jauh lebih sulit untuk bertumbuh jika diberikan gadget. Karena dia tidak akan peduli dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga dia memilih untuk fokus dengan ponselnya saja. Jika anak memiliki kecenderungan akan lebih tertutup ketika diberikan ponsel, parents perlu memberikan ultimatum bahwa dia mungkin belum siap untuk memiliki ponsel sendiri jika belum bisa berbaur dengan orang di sekitarnya.

 

Baca Juga: INI CARA SUPAYA ANAK NIKMATI MOMEN KELUARGA TANPA GADGET

 

3. Bersedia Mengikuti Aturan

Dipercayakan ponsel sendiri artinya anak bersedia mengikuti aturan yang ditetapkan oleh orang tua. Selama anak masih suka geyel, tidak patuh dan membantah dengan aturan penggunaan ponsel setiap hari, maka orang tua perlu tegas untuk tidak mengizinkan anak memiliki ponsel pribadi.

'Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan' (Amsal 13:1)

 

4. Tidak Terikat Dengan Ponsel

Apakah anak bisa melepaskan dirinya dari ikatan ponsel? Jika dia terikat sepanjang hari dengan benda ini, artinya ponsel hanya akan membuat anak semakin buruk. Sebaliknya, jika anak sudah mematuhi aturan yang ditetapkan, misalnya hanya bisa memakai ponsel tidak lebih 3 jam sehari dan secara konsisten mematuhinya maka parents bisa menjadikannya sebagai pertimbangan.

 

Baca Juga: 3 TRIK KEKINIAN MEMANFAATKAN GADGET ANAK DI IBADAH SEKOLAH MINGGU

 

Tidak ada yang bisa parents lakukan selain memberikan bimbingan, aturan dan pemahaman kepada anak. Ingatkan mereka bahwa ponsel hanyalah alat yang bisa kita gunakan sebagai benda yang bisa membantu dalam kehidupan sehari-hari dan bukan menjadi tuan atas kehidupannya.

Parents, akan menjadi sulit untuk memberikan pemahaman kepada anak tetang melepaskan diri dari ikatan ponsel. Karena itu sangat dianjurkan untuk membantu anak menemukan sesuatu yang jauh lebih menyenangkan untuk mengalihkan fokusnya terikat dari ponsel, contohnya mengajaknya berpetualang atau melakukan hal-hal baru di luar rumah.

Lori

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK