ARTICLE

Tue - Jan 26, 2021 / 805 / Inspirational

5 Ajaran untuk Bekal Anak Menjaga Iman di Tengah Pergaulan Non-Kristen

Beberapa hari yang lalu, publik dihebohkan dengan kabar ada siswi non-muslim yang bersekolah di sekolah negeri dan diwajibkan untuk memakai jilbab. Aturan ini menuai kontroversi karena dinilai melanggar hak asasi manusia dan dianggap tidak menghormati keberagaman kepercayaan yang ada di Indonesia. Lalu bagaimana kalau hal ini menimpa anak kita ya?

Oleh karena itu, diperlukan dasar iman kuat yang orang tua tanamkan kepada anaknya sejak mereka kecil. Arus perubahan dunia dan kesenjangan perbedaan kepercayaan yang makin kentara akhir-akhir ini memang seakan memaksa anak-anak untuk mudah beradaptasi dan semakin mampu menjadi garam dan terang dalam pergaulannya. Sebagai orang tua Kristen, kita perlu mengajarkan anak-anak beberapa hal penting ini:

Baca juga : PENTINGNYA PENGENALAN DAN BAGAIMANA MENGHADAPI BENCANA UNTUK ANAK!

  1. Jangan menjadi terlalu eksklusif

Meskipun anak berada dalam pergaulan yang berbeda keyakinan, justru jangan mengeksklusifkan diri. Justru mintalah anak menjadi teladan bagi teman-temannya yang beragama lain, baik dalam sikap, pemikiran, tingkah laku, maupun perkataan mereka. Biarkan teman-temannya tahu bahwa mereka sudah terlebih dulu menerima kasih Tuhan Yesus dan akan menyalurkan kasih tersebut bagi teman-temannya.

 

  1. Jadikan iman sebagai sesuatu yang alami

Membesarkan anak yang percaya kepada Tuhan berarti memperlihatkan Tuhan di setiap keseharian mereka. Seperti membangun anak untuk mempunyai karakter Kristus dalam dirinya. Yang perlu ditumbuhkan pada anak adalah karakter Kristus dalam dirinya lewat kehidupan sehari-hari.

Jadikanlah doa keluarga sebagai wadah anak untuk mengenal Tuhan lebih dalam melalui sharing, saling melayani, dan saling mendoakan. Biasakan juga melayani bersama anggota keluarga, misalnya membagi makanan pada tuna wisma, menghibur anak yatim piatu, melayani di gereja, dan masih banyak lagi.

 Baca juga : 3 TOKOH ALKITAB YANG MENGAJARKAN TENTANG KONSEKUENSI SAAT MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SALAH

  1. Jujurlah bukan berbohong agar bisa diterima

Tantangan yang terkadang menjadi batu sandungan bagi kita adalah mengakui iman kita dihadapan orang lain. Kesannya mudah, tapi praktiknya sulit. Demi diterima dalam lingkungan, tidak sadar anak bisa saja menjadi munafik. Berikan pengertian kepada mereka, kalau berbuat kesalahan, akui dan meminta maaflah kepada orang tersebut. Tindakan ini akan membuat orang lain sadar bahwa Tuhan kita mengajarkan umat-Nya untuk jujur.

 

  1. Jangan menilai orang lain

Jangan pernah menilai atau menghakimi orang lain. Jangan pernah memberikan nasihat ketika temannya tidak memintanya. Dan jangan suka memerintah (bossy). Karena teman-teman dalam pergaulan anak ingin didengar dan didukung dalam hidupnya. Dengan anak merangkul teman-teman yang berbeda keyakinan, maka kasih Kristus dinyatakan.

 

  1. Tanamkan benih kebenaran

Saat anak menanamkan nilai-nilai Kristus dalam pergaulannya, itu artinya ia sedang menabur sesuatu yang akan dituai oleh orang lain. Ajarkan anak untuk menjadi terang dunia yang berfokus pada proses dimana dia bisa menjadi dampak bagi teman-teman di lingkungannya. Tugas anak adalah menanamkan nilai Kristus dan setelah itu, biarkan Tuhan yang bekerja atas benih itu.

 

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK