ARTICLE

Thu - Oct 10, 2019 / 1004 / Inspirational

YAKIN MAU NONTON JOKER? COBA BACA BEBERAPA HAL BERIKUT!

Saat ini, film “Joker” menjadi favorit di banyak negara, termasuk Indonesia. Joker adalah karakter yang awalnya sangat periang, tapi akhirnya menjadi sangat sadis. Ia seperti orang yang mempunyai dua kepribadian. Tapi, tahukah kakak, ada hal yang membuat Joker bisa menjadi seperti itu.

Itu semua karena trauma yang tidak disembuhkan di masa kecilnya. Masa kecil itu masa dimana seseorang belajar banyak hal. Jadi, hati-hati dengan apapun yang kita lakukan pada generasi anak, karena mereka belajar dari kita loh. Nah, kira-kira, apa aja sih yang harus diwaspadai oleh para pelayan generasi anak, agar anak yang kita layani tidak menjadi “Joker” selanjutnya?

Baca juga: 5 AYAT YANG MEMBERIKAN SEMANGAT KETIKA LELAH DALAM PELAYANAN!

  1. Hindari 3D (Dituntut, Dibandingkan, Dikekang)

Tidak ada orang yang suka terlalu dituntut, dikekang, apalagi dibandingkan dengan orang lain. Terlebih anak kita. Tahukah kita, jika semakin anak dituntut dan dikekang, mereka akan semakin penasaran, bahkan bisa melawan kita. Sedangkan, jika mereka sering dibandingkan, mereka cenderung merasa gagal. Jadi, bahaya banget kan 3D ini. Yuk, hindari ini sebisa mungkin.

  1. Hati-hati dengan perkataan

Jika kita cari tahu tentang kasus orang yang bunuh diri, banyak mereka melakukannya adalah karena tidak kuat dengan hinaan dari orang lain. Sama seperti fil Joker, dimana bully-an dari lingkungan adalah salah satu faktor yang membuatnya begitu. So, kata-kata punya kuasa. Tidak perlu pisau untuk membunuh. Kata-kata bisa “membunuh” seseorang. Jadi, hati-hati dengan mulut kita!

Sumber: cinepops.com
  1. Hindari kekerasan fisik

Kekerasan fisik membekas sangat dalam bagi anak. Di film Joker, sifat sadis Joker ada karena, tanpa sadar, ia membenarkan apa yang dilakukan oleh orang tuanya dahulu dan mengikutinya dengan cara yang lebih sadis. Jadi, buat SuperParents yang suka menggunakan kekerasan fisik dalam mendidik anak, yuk pikirkan lagi baik-baik!

  1. Kasihi mereka

Simpel, tapi powerful. Ya, kasih gak pernah gagal mengubah hidup orang. SuperParents dan kakak sekolah Minggu harus tahu, Joker ada karena tidak ada orang yang mengasihi mereka disaat mereka butuh. Banyak anak yang sedang tekanan, tapi tidak bisa keluar. Bukan karena tidak mau keluar, tapi karena tidak ada orang yang hadir dan mengasihi mereka. Jadi, are you ready to love the generation?

Sumber: Mashabel India

Intinya, Joker bukanlah karakter yang dibangun semalam. Itu adalah karakter yang “tanpa sadar” dipersiapkan oleh keluarga dan lingkungan. Bahayanya, di jaman sekarang, hanya perlu waktu saja, sampai anak-anak yang “mirip” seperti Joker, akan muncul ke permukaan. Jadi, sudah waktunya kita semua bergerak memuridkan generasi anak.

Baca juga: LAGU-LAGU YANG COCOK UNTUK COVER #MAKELAGUSMHITSAGAIN

So, ini peran bersama. Bukan hanya peran SuperParents dan kakak GSM saja. Tapi seluruh orang yang terbeban untuk generasi anak. Superbook pun memiliki beban untuk memuridkan generasi anak agar mengasihi Tuhan, mencintai firman Tuhan, dan menjadi misioner. Jika kakak ingin melayani generasi anak bersama Superbook, yuk klik link di bawah kak.

KLIK UNTUK LAYANI GENERASI ANAK BERSAMA SUPERBOOK

Daniel Okta

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK