ARTICLE

Wed - Jan 03, 2018 / 1553 /

Ternyata, Ini Nih Penyebab Anak Tidak Menuruti Kemauan Orang Tuanya

Membuat anak mengerti apa yang orang tua inginkan merupakan hal yang susah-susah gampang. Mudah bagi orang tua bangga jika anaknya penurut dan dapat membantu mereka dalam melakukan hal apapun. Tapi bagaimana jika anak sulit menuruti keinginan orang tua dan dan acuh jika diajak bicara?

Banyak orang tua yang akhirnya mengeluhkan kalau anaknya tidak mau melakukan tugasnya, suka menunda pekerjaan, dan pemalas. Padahal bisa saja anak berlaku demikian memang karena mereka tidak mengerti yang orang tua maksudkan dan gaya penyampaian pesan dari orang tua kepada anak tidak sesuai sehingga membuat mereka kurang simpatik.

Mau bagaimanapun anak terbentuk dari pola asuh orang tua yang kepada mereka, termasuk cara berkomunikasi. Sebaiknya sebelum kita menuntut anak untuk mengikuti setiap perkataan orang tua, kita terlebih dahulu introspeksi, apakah cara penyampaian komunikasi kita selama ini sudah sesuai dan efektif?

JANGAN lakukan hal ini:

1. Berbicara lantang sampai membentak.

 

Karena kesal dengan perilaku anak, terkadang orang tua tidak sadar bahwa nada bicara yang mereka pakai mulai meninggi dan cenderung membentak. Padahal anak perlu mendengar suara lembut dan hangat dari kedua orang tuanya. Cobalah sedari dini untuk berlatih menurunkan intonasi bicara SuperParents kepada anak. Lagipula kalau pakai emosi juga kan, maksud yang SuperParents sampaikan tidak akan terdeskripsikan dengan jelas. Gunakan kasih kepada mereka agar mereka mengerti dan melakukan yang SuperParents inginkan.

 

2. Mengurangi ketergantungan smartphone dan berikan perhatian ketika berbicara dengan anak.

 

Coba sekarang SuperParents pikirkan, berapa banyak waktu yang digunakan untuk berbicara dengan penuh perhatian kepada anak dibandingkan asik bermain gadget? Entah untuk membalas chatting pekerjaan pada saat bersama dengan keluarga atau hanya sekedar kepo dan posting di media sosial? Anak-anak bisa merasakan lho SuperParents kalaau mereka tidak diberikan perhatian, oleh karena itu secara tidak sadar mereka akan melakukan hal yang sama kepada orang tuanya jika mereka diajak berbicara.

Alasan terburu-buru atau sedang multitasking juga bisa menjadi penyebab anak tidak mengerti pembicaraan yang SuperParents lakukan. Anak tidak akan bisa menangkap instruksi dengan jelas dan bisa ikut tidak menghargai komunikasi yang dilakukan.

Jika ingin anak mengerti, memberikan atensi, dan melakukan apa yang SuperParents sampaikan sebaiknya hargailah komunikasi yang dilakukan dan berbicaralah dengan jelas kepada anak.

 

3. Stop menakuti anak dengan mengancamnya.

Banyak orang tua yang menggunakan cara menakut-nakuti anak agar patuh. Anak haruslah diajak berbicara dengan baik dan diberikan alasan yang logis. Kalau anak ditakuti kedepannya mereka akan takut melakukan hal-hal baru. Jangan pula membuat Anda atau orang lain menjadi sosok yang harus ditakuti dan dibenci. Nasihatilah mereka dengan baik.

 

Agar keinginan SuperParents dimengerti anak, LAKUKANLAH hal ini:

1. Bicara dengan baik dalam posisi sejajar.

Berikan perhatian dalam komunikasi SuperParents dengan anak agar mereka juga menghargai maksud Anda. Lakukanlah dengan posisi sejajar, wajah SuperParents dan anak saling berhadapan dan kontak mata saat berbicara.

 

2. Bicaralah dengan jelas.

Anak tidak perlu mendengar kalimat yang bertele-tele. Utarakan maksud SuperParents dengan padat, singkat, dan jelas. Seperti, “Yuk sayang kita tidur. Sudah malam.” atau “Ayo dibereskan mainannya, kan kamu sudah selesai bermain.”

 

3. Tidak perlu mengancam.

“Ayo bereskan donk mainannya! Kalau tidak nanti mama buang lho!” Kenyataannya apakah SuperParents membuangnya? Tidak bukan. Kalimat-kalimat ancaman seperti inilah yang memberikan pemahaman kepada anak bahwa SuperParents tidak benar-benar serius dengan apa yang Anda ucapkan.

 

4. Tunjukkan caranya.

Menjadi contoh dan teladan bagi anak adalah tugas pokok orang tua. Jadi misalkan anak tidak juga melakukan yang SuperParents inginkan, ajaklah mereka melakukannya bersama-sama. Lama-kelamaan mereka akan mengerti kok tugas dan tanggung jawabnya.

 

5. Berikan “reward”.

Agar anak menjadi bahagia ketika melakukan apa yang SuperParents katakan, setelah mereka melakukannya, Anda bisa memberikannya “reward”. Tidak perlu muluk-muluk. Ucapkanlah terima kasih dengan lembut dan penuh kasih sayang, memberikan pelukan hangat, memasakkan makanan kesukaannya, dan banyak hal. Tapi ya kalau mau memberikan reward berbentuk fisik (benda atau jalan-jalan) sebaiknya jangan terlalu sering, agar anak tidak ketagihan dan merasa dirinya dimanja.

Sumber: womantalk.com

 

Baca juga:

3 CARA BERPAKAIAN UNTUK KE GEREJA INI WAJIB DIAJARKAN KEPADA ANAK LHO

INI LHO 7 KALIMAT YANG SEMUA ANAK HARUSNYA DENGAR

MAU MEMBUAT ORANG TUAMU BAHAGIA? INI CARANYA

 

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK