ARTICLE

Thu - Jun 02, 2022 / 236 / Parenting

Parents, Lindungi Anak Dari Kekerasan Fisik Dengan Cara Ini

Kekerasan fisik merupakan tindakan yang melukai dan menyebabkan trauma terhadap anak. Namun nyatanya ada banyak anak yang menjadi korban kekerasan fisik hingga hari ini.
Kasus terbaru dialami oleh seorang anak berusia 11 tahun asal kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia disiksa tetangga dengan cara dijambak dan matanya diolesi cabai. Kasus ini sendiri menjadi sorotan publik karena korban adalah anak dari keluarga broken home.
Tetapi apapun latar belakangnya, tindakan kekerasan fisik tentu saja tidak bisa dibenarkan. Karena itu penting sekali untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko kekerasan fisik terhadap anak dan sanksi yang harusnya dijatuhkan kepada para pelaku, termasuk jika pelakunya adalah orang tua sendiri.

Lalu bagaimana seharusnya orang tua menyikapi kekerasan fisik terhadap anak jika hal tersebut dilakukan oleh pihak lain?


Setiap orang tua tentunya punya hati nurani untuk melindungi dan menjamin keselamatan dan keamanan anak. Karena itu penting bagi semua parents untuk mengajarkan anak untuk melindungi diri dari orang dewasa yang berusaha menyakiti mereka.

Ajarkan anak bahwa:

1. Menjaga bagian tubuhnya dengan tidak membiarkan orang lain menyentuh atau memperlakukannya dengan sembarangan, termasuk melukainya seperti dipukul, dijambak, dipertontonkan atau disiksa seperti kasus yang menimpa anak asal kota Bima di atas.
2. Terbuka menyampaikan apa yang dialami ke orang tua atau orang yang bisa dipercaya. Yakinkan anak supaya mereka segera memberitahukan jika ada orang dewasa atau pihak lain yang mencoba untuk melukai mereka secara fisik.
3. Yakinkan anak bahwa mereka tidak perlu takut untuk menyampaikan apa yang mereka alami. Sebaliknya yakinkan bahwa parents akan selalu mendukung dan menjamin keamanan anak.


Lalu apa saja bentuk dari tindakan kekerasan pada anak?


Ada beberapa bentuk tindakan kekerasan pada anak, diantaranya:
1. Menyakiti atau melukai tubuh anak. Hal ini bisa dilakukan dengan pukulan keras baik dengan tangan maupun benda seperti ikat pinggang. Tindakan ini bisa menyebabkan bagian tubuh anak memar hingga terluka.
Atau tindakan yang lebih tragis lagi adalah mengguncang, mendorong, mencekik, mencengkeram, dan menendang anak.
2. Tindakan pelecehan seksual juga bisa dialami anak. Biasanya tindakan ini terjadi ketika seseorang menyentuh bagian tubuh yang vital pada anak. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan diam-diam dan disertai dengan ancaman terhadap anak. Karena itu penting bagi orang tua untuk meminta anak segera melaporkan bentuk kekerasan apapun yang dia alami.
3. Kekerasan lainnya juga bisa berupa tindakan menyakiti anak dengan kata-kata kasar yang disertai kemarahan. Hal ini disebut dengan pelecehan verbal atau emosional. Tindakan ini bisa terjadi jika seseorang berteriak sepanjang waktu, memanggil anak itu nama yang tidak baik atau mengancam anak. Berteriak, menghukum dan mengancam anak mungkin biasa dilakukan orang tua atau orang dewasa karena mulai terpancing emosi. Tetapi tahukah parents bahwa hal itu bisa meninggalkan trauma tersendiri kepada anak.
4. Melakukan tindakan pengabaian juga merupakan salah satu tindakan kekerasan. Saat orang tua pergi bekerja dan menitipkan anak kepada orang lain, hal ini bisa menjadi salah satu tindakan pengabaian. Karena orang tua tidak melakukan funsi pengasuhannya dengan baik.
Di dalam Kolose 3: 21, kita diberitahukan untuk tidak menyakiti anak-anak dan bahkan kita diajak untuk menyampaikan kata-kata yang penuh kasih kepada anak-anak kita (Efesus 4: 15).
Hal serupa juga dinyatakan dengan tegas terhadap pelaku kekerasan terhadap anak, bahwa siapapun yang melukai dan menyakiti anak harus dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Tindakan ini dianggap penting karena kesehatan anak secara fisik dan emosional sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya.
Apakah Anda berkomitmen untuk melindungi anak-anak Anda dan bahkan generasi anak yang ada di sekitar Anda sesuai dengan apa yang Yesus ajarkan untuk kita lakukan? Ambil komitmen Anda saat ini untuk menjadi bagian dari pahlawan generasi.

Lori Mora

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK