ARTICLE

Fri - Sep 29, 2017 / 1843 /

Mereka yg berusaha menyenangkan setiap orang justru adalah orang yg paling kesepian loh!

Ingin menyenangkan orang lain memang suatu hal yang mulia. Namun, harus ada standarnya dan sebaiknya tidak berlebihan. Karena jika Anda hanya berfokus untuk memuaskan hati orang lain, namun menyusahkan diri sendiri atau bahkan turut menyulitkan pihak yang lainnya lagi, tentu itu tidak sepenuhnya baik.

Anda harus bedakan, menyenangkan orang lain karena itu membuat Anda bahagia dan menyenangkan orang lain karena ingin mendapatkan keuntungan atau pujian. Jika Anda ingin menyenangkan orang lain dengan tulus, Anda pasti melakukan semampu Anda atau (setidaknya) apa adanya. Tetapi jika itu untuk keuntungan atau pujian, Anda pasti akan memaksakan diri dan keadaan.

Sekalipun pada akhirnya, Anda berhasil menyenangkan hati orang lain. Akan ada perasaan hampa didalam diri Anda pada akhirnya. Mengapa, karena Anda terbiasa dikelilingi orang-orang yang memuji Anda. Hasrat Anda yang begitu besar untuk selalu menyenangkan orang lain, akan membuat Anda memiliki ketergantungan di sekeliling orang lain. Sehingga pada saat Anda menemukan diri Anda sendirian, Anda akan merasakan kekosangan pada diri Anda dan usaha yang telah Anda lakukan tersebut tidak lagi ada gunanya.

'Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.', Mazmur 73:1

Terkadang tanpa kita sadari, lantaran terlalu ingin menyenangkan orang lain, Anda mengupayakan segala cara, bahkan membuat Anda berubah menjadi pribadi yang lain dan cenderung show off atau memamerkan kelebihan yang Anda punya—baik materi ataupun kemampuan karakter. Misalnya, Anda sering men-traktir teman-teman kantor Anda, Anda suka mengundang teman-teman Anda untuk berpesta, Anda suka membelikan hadiah atau oleh-oleh untuk teman-teman Anda, dan bahkan Anda rela memberikan apapun Anda Anda miliki untuk memuaskan atau menyenangkan hati teman-teman Anda. Ini termasuk sebagai tindakan show off yang dapat membuat orang-orang sekitar Anda memanfaatkan Anda.

'Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia', kolose 3:23

'Seorang teman yang suka show off biasanya sering dimanfaatkan oleh orang-orang sekitaranya. Mereka sangat lemah akan pujian. Sehingga dia akan rela melakukan apa saja untuk menyenangkan orang-orang disekitarnya, sekalipun orang-orang tersebut memanfaatkannya.' - Kiky Frederika, seorang karyawan.

Menyenangkan hati orang lain adalah hal yang terpuji. Namun jika itu menjadi sebuah kewajiban dampaknya akan kurang baik pada diri Anda. Karena ada yang lebih penting dari menyenangkan orang lain. Yaitu kebahagiaan diri Anda sendiri. Karena jika Anda terlalu berusaha keras menjadikan hal ini sebuah kewajiban. Anda akan mengabaikan diri Anda sendiri.

Boleh menyenangkan orang lain, namun harus seimbang. Artinya, menyenangkan hati orang lain yang juga bisa menyenangkan hati Anda. Jadi ada timbal baliknya atau ada ikatan emosional yang jelas. Sehingga terjalin hubungan baik yang terus berputar atau tidak terputus pada Anda saja. Tetapi hubungan yang dimana, Anda dapat menyenangkan satu sama lain, saling mendukung dan tidak hanya sekedar 'teman lewat' saja.

'Anda juga harus bisa memutuskan dengan tepat, orang mana yang pantas Anda senangkan dan yang pantas. Karena jika Anda menyenangkan orang yang salah, maka itu tidak akan membuat Anda lebih baik. Sebaliknya, jika Anda menyenangkan orang yang tepat, itu akan mendatangkan kebahagiaan pada diri Anda nantinya'. - Robert, 41 Tahun.

'Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.' , Matius 5:8 

Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah selama ini Anda telah membahagiaan orang lain karena ke ketulusan hati Anda ataukah ada maksud lain yang mendasari perbuatan Anda tersebut? Karena orang yang terlalu berusaha keras menyenangkan setiap orang justru adalah pribadi yang paling kesepian pada akhirnya.

sumber : keluarga.com

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK