ARTICLE

Wed - Sep 12, 2018 / 2200 / Inspirational

Ketahui 2 Penyebab Utama Hilangnya Penguasaan Diri Demi Mencegah Akibat Buruknya

Banyak orang yang susah mengontrol atau menguasai dirinya. Padahal, jika kita tidak bisa menguasai diri, yang ada kita malah akan mendapat kerugian, kehilangan sukacita misalnya. Penguasaan diri pun bisa dideskripsikan menjadi beberapa hal, seperti marah atau rasa tidak puas akan suatu hal.

Kain, Saul, dan Herodes menjadi contoh para tokoh Alkitab yang tidak bisa menguasai dirinya. Karena tidak memberi korban persembahan yang terbaik dan iri kepada Habel, Kain tega membunuh adiknya. Saul dan Herodes juga harus kehilangan damai sejahtera karena keangkuhannya dan merasa tersaingi.

Akibat dari tidak dapat menguasai diri akan timbul saling fitnah, berontak, tidak tahu berterima kasih, dan yang paling parah adalah hilangnya rasa kasih yang berbuntut pada kehilangan damai sejahtera dan sukacita. Yang perlu kita ketahui untuk menghindari akibat buruk hilangnya penguasaan diri adalah 2 penyebab utamanya.

1. Pemicu Positif kalah dengan Pemicu Negatif

Sumber: Dailymail UK

Di dalam diri, kita punya pemicu pribadi atau ‘hot button’. Ketika pemicu negatif lebih kuat, maka dengan mudah kita melakukan hal-hal negatif. Misalnya ketika mobil Anda nyaris diserempet pengendara lain dan Anda bereaksi dengan mengucapkan kata kasar, berarti pemicu negatif Anda lebih dominan.

2. Mengalami tekanan yang melampaui batas wajar

Tekanan yang dialami dapat terjadi seketika namun ada juga yang secara bertahap dan berlangsung terus menerus. Jika melampaui batas, kadang bisa membuat kita kehilangan penguasaan diri.

Salah satu contohnya adalah ketika Yesus berdoa di taman Getsemani. Saat itu kondisi fisik, psikis, dan mental para murid sudah di ambang batas kuat. Ketika rombongan tentara menangkap Yesus, salah satu murid-Nya mengeluarkan pedang dan berhasl memutuskan telinga salah satu dari prajurit tersebut.

Sumber: Sparkonit

Penguasaan diri bisa dilatih secara disiplin dan dengan kemauan yang keras. Dengan belajar menguasai diri, kita bisa mendapatkan kebaikan bagi diri kita sendiri. Seperti kata Amsal, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.”

Carryn Graciano

Penulis Konten
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK