ARTICLE

Wed - Jul 05, 2023 / 1238 / Parenting

Jangan Sepele! Ini 4 Dampak Jangka Panjang Bullying Terhadap Anak

Bullying atau perundungan menjadi kasus yang semakin menjamur di masa-masa ini. Sayangnya, banyak orang dewasa, khususnya papa mama, yang tidak memahami besarnya dampak jangka panjang dari tindakan bullying yang dialami anak.

 

4 Dampak Jangka Panjang Bullying Pada Anak

1. Gangguan Emosional

Anak-anak yang suka di-bully bisa membuat dia menderita baik secara emosional maupun sosial. Anak tidak hanya merasa sulit untuk berteman, tapi mereka juga akan berjuang untuk mempertahankan persahabatan yang sehat.
Hal ini bisa disebabkan karena anak mengalami rasa percaya diri yang rendah. Misalnya, saat anak sering disebut gendut, pendek, hitam atau anak bodoh, maka rasa percaya diri anak akan terus menerus menurun.
Selain kehilangan rasa percaya diri, anak korban bullying juga bisa mengalami berbagai gangguan emosional negatif lainnya seperti marah, kepahitan, lemah, frustrasi, kesepian, terisolasi dan parahnya mengalami depresi.
Jika akar pengalaman buruk ini belum dipulihkan, ketika beranjak dewasa anak korban bullying ini akan menjadi pribadi yang tidak memiliki harga diri, sulit membangun dan mempertahankan hubungan dan anti sosial serta sulit mempercayai orang lain.

 

Baca Juga: JANGAN TUNGGU ANAK JADI KORBAN! INI 5 CARA ANTISIPASI HINDARKAN ANAK DARI BULLYING

 

2. Masalah Fisik

Selain mengalami luka memar atau benjolan di bagian tubuh, anak korban bullying juga bisa mengalami kecemasan hingga rentan mengalami masalah kesehatan seperti sakit maag dan sakit kepala.
Kasus seperti yang dialami anak 8 tahun di Medan jadi efek buruk dari bullying. Setelah dibully secara fisik, anak tersebut ternyata mengalami kekerasan fisik oleh anak-anak yang lebih dewasa. Setelah kejadian, anak ini mengeluhkan sakit badan, terus menangis dan jatuh demam. Tindakan bullying yang dia terima berujung pada kematian.

3. Penurunan Secara Akademis

Anak korban bullying juga sering mengalami penurunan secara akademis. Anak-anak korban bullying akan mengalami sulitnya fokus di sekolah bahkan mereka bisa memilih bolos sekolah karena menghindari bullying dari teman-temannya.

 

Baca Juga: KENALI JENIS BULLYING DAN CEGAH AGAR TIDAK TERJADI DI SEKOLAH MINGGU!

 

4. Menjadi Bibit Kejahatan

Anak yang memiliki pengalaman di-bully biasanya akan tumbuh menjadi anak yang memendam dendam di dalam dirinya. Ini menjadi efek bullying yang begitu berbahaya! Karena anak mungkin berpikir untuk melakukan kekerasan yang sama atau tindakan balas dendam yang jauh lebih mengerikan dari yang dia alami.
Hal inilah yang dialami oleh anak SMP di Pringsurat, Temanggung yang membakar sekolahnya sendiri karena sakit hati dibully oleh teman-teman dan gurunya. Dia merakit tiga bom molotov dan mledakkannya ke arah sekolah.
Jadi jika Superparents mendapati bahwa anak Anda adalah salah satu korban bullying, penting untuk mengambil langkah pencegahan. Artikel di bawah ini memberikan Anda cara yang tepat membantu anak untuk sembuh dari pengalaman bullying:

Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Anak Saya Jadi Korban Bullying?

Kasus Bullying Anak Kembali Marak, Saatnya Orangtua Serius Lakukan 4 Tindakan Ini…

Atau Superparents bisa ajak anak ikut Sekolah Minggu Superbook di gereja-gereja di sekitar tinggal kalian dan biarkan anak mengalami pemulihan seperti yang dialami Almer dalam tayangan video ini.
 

Lori

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK