ARTICLE

Mon - Jul 03, 2023 / 380 / Parenting

Jangan Buru-buru Emosi, Tangani Anak Speech Delay Dengan Cara Ini Superparents!

Baru-baru ini muncul kasus seorang anak balita berusia 4 tahun tewas setelah diduga keras dianiaya oleh ayah tiri dan ibu kandungnya. Alasannya pun bikin kaget! Anak diduga mengalami speech delay sehingga orang tua suka geram ketika anak sulit diajak ngobrol.


Sebagai orang tua, pastinya superparents pasti merasa geram karena anak sulit diajak komunikasi. Tapi bukan berarti harus melakukan tindakan kekerasan bukan? Apalagi jika anak ternyata memiliki masalah yang harus ditangani secara medis, tentu saja kekerasan fisik bukanlah pilihan yang tepat.

 

Baca Juga: Speech Delay Bukan Halangan Bagi Gio Mengalami Kemajuan yang Luar Biasa di Sekolah

 

Lalu bagaimana seharusnya superparents menangani masalah anak yang mengalami speech delay?


Speech delay adalah satu kondisi dimana anak mengalami keterlambatan kemampuan bicara dan bahasa. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), speech delay terjadi pada 5-8 persen anak usia prasekolah.

Ada beberapa gejala yang ditunjukkan saat anak mengalami gangguan speech delay:

1. Jarang menirukan perkataan orang lain
2. Tidak bereaksi saat dipanggil
3. Menghindari kontak mata saat diajak bicara
4. Anak tidak bisa menyampaikan kalimat pendek khususnya sejak usia 3 tahun
5. Anak tidak mampu bercerita secara sederhana saat berusia 4-5 tahun

Setiap orang tua perlu menyadari kondisi ini sehingga saat anak sulit atau lambat merespon perkataan atau ucapan, Superparents perlu memaklumi bahkan mencoba untuk mencari penanganan yang tepat untuk anak.

Coba beberapa cara ini ketika anak Anda didiagnosa speech delay:

1. Dampingi Anak Untuk Berkomunikasi

Salah satu penyebab dari speech delay pada anak adalah banyaknya waktu yang dihabiskan anak terpapar dengan gadget atau tontonan. Sehingga dia jarang berkomunikasi secara timbal balik. Jika ternyata anak Anda mengalami speech delay karena terlalu banyak bermain gadget, mulailah untuk menghindarkan anak dari gadget.

Sebaliknya, mulai luangkan waktu lebih banyak untuk berkomunikasi dengan anak. Misalnya tanyakan tentang pemikiran anak anak hal-hal sederhana yang ada di sekitar. “Kakak, coba kamu lihat baju mama ini warnanya apa ya?”
“Dek, kamu sukanya buah apa sih? Mama mau tahu deh!”
Dengan membiasakan mengajak anak ngobrol hal-hal sederhana di rumah, bisa membantu anak untuk mengembangkan komunikasi dan cara berpikirnya. Tapi tentunya perlu sabar ya superparents! Jangan buru-buru emosi.

 

Baca Juga: Bagaimana Anak Umur 4 Tahun Mampu Terlepas dari Kecanduan Gadget?

 

2. Bacakan cerita anak

Membacakan cerita anak bisa menstimulasi komunikasi anak. Pilihlah buku cerita bergambar dan bacakan ke anak. Tapi di sela-sela bercerita, bangun interaksi yang aktif dengan anak. Tanyakan pendapatnya tentang cerita tersebut.

3. Minum dengan sedotan

Ini bisa jadi salah satu cara paling sederhana yang bisa superparents lakukan. Secara medis ternyata menyedot bisa menguatkan otot-otot mulut anak yang kaku. Cobalah menggunakan sedotan yang bisa dipakai ulang (reusable) saat anak minum.

4. Dorong anak berinteraksi secara sosial

Seorang anak berusia 4 tahun yang mengalami speech delay karena kecanduan gawai akhirnya kembali lancar berkomunikasi setelah disibukkan dengan berbagai aktivitas menarik bersama teman-temannya. Jadi cobalah untuk mendorong anak membangun interaksi sosial dengan orang lain. Salah satunya, memasukkan anak sekolah PAUD atau TK. Di sekolah anak biasanya akan diajarkan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan interaktif.

 

Baca Juga: Dari Speech Delay, Zefa jadi Anak yang Aktif Setelah Bergabung dengan School Of Life

 

5. Konsultasi ke dokter

Jika superparents merasa bahwa anak memiliki salah satu atau beberapa tanda di atas, segera bawa anak konsultasi ke dokter. Dengan mengetasi kondisi anak secara medis, superparents bisa mengambil langkah cara menangani masalah speech delay pada anak. Apakah dokter penyarankan terapi atau hanya dengan membangun kebiasaan baik di rumah saja? Itu tergantung kepada kondisi anak.

Dengan mengetahui informasi ini semoga superparents bisa lebih bijak dan sabar menghadapi anak dengan kondisi speech delay ya! Tetap semangat demi buah hati yang lebih baik.

Lori

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK