ARTICLE

Fri - Jul 13, 2018 / 5737 / Sunday School

Gereja Harus Tahu! 5 Cara Membuat Kaum Muda Tertarik Melayani di Sekolah Minggu

Jadi guru sekolah Minggu itu membanggakan lho! Kenapa? Karena sama seperti guru pada umumnya, nasib kerohanian dari anak-anak di bangsa ini bergantung pada pengajarannya. Faktanya belum banyak kaum muda yang tertarik dalam pelayanan anak.

Masih banyak sekolah Minggu yang diajar oleh guru yang sudah cukup senior, sehingga cara mengajarnyapun masih seperti ketika mereka mengajar saat muda karena memang seperti itulah pemahaman dan metode yang mereka punya.

Sayangnya cara seperti itu terkadang tidak begitu mempan dalam membuat anak memahami firman Tuhan. Anak-anak sekolah Minggu jadi jenuh, mereka hanya datang karena orang tuanya ke gereja, atau bahkan yang paling parah fisiknya ada tapi pikiran mereka kemana-mana. Gereja seharusnya sadar bahwa pelayanan anak itu bukan “pelayanan kelas 2 atau sekadar tambahan”, tapi ini merupakan pelayanan yang penting!

Baca juga : TIPS MENGHAFAL AYAT ALKITAB DENGAN MUDAH. TIPS TERAKHIR SERU BANGET!

Untuk itu, agar banyak kaum muda yang mau terlibat dalam pelayanan anak, inilah hal-hal yang perlu gereja lakukan:

 

1. Terbuka dan berilah ruang untuk anak muda dalam berkreativitas dan berkarya.

Karena terpentok oleh berbagai macam peraturan gereja yang mengikat dan kurang fleksibel, akhirnya anak muda yang mau berkreativitaspun jadinya terbatas. Mereka biasanya cukup mengetahui cara seperti apa yang anak sukai ketika belajar karena mereka belum lama melewati proses tersebut.

Tapi ketika mereka ingin berkreasi, jadi terbentur materi dan bahan mengajar yang dipaksakan sama seperti orang dewasa di gereja. Metodenya pun masih pakai cara lama. Bagaimana anak bisa mengerti kalau materi orang dewasa ini dipaksakan pada pemahaman anak? Padahal kebutuhan mereka berbeda dengan orang dewasa.

Kalau anak masih SD kan yang mereka butuhkan terlebih dulu ya mengenal tokoh Alkitab beserta kisah yang positif dan membangun karakter mereka. Tapi anak justru seakan dipaksa memahami konteks rohani untuk orang dewasa.

Bukan hanya itu saja, ketika mengajukan budget pembelian peralatan dan perlengkapan kekinian untuk mengajar, beberapa gereja masih sulit mengabulkannya. Alasannya karena gereja membutuhkan dana untuk hal yang lebih penting, misalnya pembangunan gereja, pelayanan dewasa, dan hal-hal lainnya. Gimana mau mengembangkan jemaat kedepannya kalau gitu?

2. Berikan inspirasi bagi para kaum muda untuk mau terlibat dalam pelayanan anak.

Hal ini bisa dimulai ketika gereja sadar kalau pelayanan anak ini berharga dan penting. Mulai dari situlah gereja bisa mendukung setiap kegiatan sekolah Minggu. Gereja bisa merekrut guru-guru sekolah Minggu muda yang baru dengan membuat video yang menyentuh tentang pelayanan anak.

Ataupun yang paling simple, mengajak jemaat ataupun anak remaja untuk mengambil pelayanan ini. Caranya dengan menyampaikan visi, tujuan, dan harapan akan masa depan anak-anak yang makin mengenal serta takut akan Tuhan.

Baca juga : TIPS CEGAH KELAS BANDEL DI SEKOLAH MINGGU. TIPS KETIGA DIJAMIN AMPUH!

3. Gambarkan bahwa pelayanan sekolah Minggu itu sangat menyenangkan.

Gereja bisa mengajak para pemuda dan remaja untuk melihat dan mengalami pelayanan anak ini. Anjurkan agar guru sekolah Minggu yang ada untuk mengadakan hari “open house untuk sekolah Minggu”. Mintalah mereka untuk menyiapkan sebaik-baiknya sekolah Minggu hari itu, supaya jemaat dan pemuda – remaja yang hadir tertarik untuk bergabung dalam pelayanan. Gereja juga bisa lho pakai cara kreatif yang lain.

4. Berinovasi dengan menjadikan sekolah Minggu wadah kegiatan yang seru.

Nggak zamannya anak-anak belajar firman Tuhan hanya dari mendengarkan kothbah. Guru sekolah minggu bisa mengajak calon guru untuk belajar sambil bermain bersama anak. GSM juga bisa meminta masukan dari para calon guru, menurut mereka kegiatan apa yang kira-kira disukai anak dan mampu menyampaikan firman dengan baik.

 

5. Bersyukur atas berapapun anak muda yang mau bergabung melayani generasi anak.

Yang tertarik jadi guru sekolah Minggu hanya sedikit? Jangan khawatir! Bersyukurlah berapapun orang yang tertarik menjadi GSM dan teruslah berpengharapan, kalau kedepannya saat gereja sudah mendukung GSM, mereka mampu merekrut semakin banyak guru lainnya.

Tuhan tahu kok pergumulan setiap umat-Nya. Jadi jangan gara-gara sedikit lalu sekolah Minggunya diberhentikan. Justru ini jadi cambukan bagi kita untuk semakin memperhatikan pelayanan ini. (CC)

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK BAGIKAN ARTIKEL INI.

 

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK