ARTICLE

Tue - Sep 08, 2020 / 489 / Parenting

Cara Efektif Mencegah Anak Menjadi Pemberontak yang Harus Orang Tua Tahu

Sebagai orang tua, pasti ingin anaknya tidak memberontak dan menjadi penurut. Namun seringkali secara tidak sadar kita melakukan hal yang kurang tepat dalam mendidik anak. Kita harus sedari dini mengajarkan anak untuk menghormati dan menaati orang tua. Anak tidak bisa secara otomatis bisa menghargai dan menghormati jika kita tidak melatih maupun menjadi teladan mereka.

Mulai umur  1 tahun, anak-anak biasanya sudah bisa tantrum. Mereka ingin agar orang tua bisa mengetahui apa yang ia inginkan. Tapi jika orang tua terlalu mengekang anak, maka akan muncul benih-benih pemberontakan. Setelah beranjak remajalah sifat memberontak itu akan semakin jelas, apalagi mereka mendapatkan pengaruh dari kelompok bermain mereka.

Baca juga : SURAT PENTING UNTUK PARA ORANG TUA YANG MEMBUAT HATI ‘MAK JLEB’

Nah Superbook ingin membantu para orang tua agar mampu mendidik anak agar mereka tidak menjadi pemberontak:

  1. Jangan beri label “nakal” pada anak

Tak jarang ada orang tua yang menyebut anaknya nakal. Pada dasarnya kenakalan anak biasanya masih dalam batas ‘wajar’ atau umum. Misalkan saat masih batita, anak menjatuhkan barang, memberantakkan mainan, berteriak-teriak itu mereka lakukan karena masih bingung bagaimana menyampaikan emosi atau pikiran mereka.

Justru dengan kita mengatakan mereka anak nakal, ia justru akan bertumbuh benar-benar menjadi anak nakal. Sebaiknya perbaiki komunikasi kita kepada anak. Ingatkan perilaku mereka tanpa melabeli dengan kata ‘nakal’.

 

  1. Berikan perhatian cukup pada anak

Kesibukan seringkali membuat orang tua kurang memiliki waktu berkegiatan bersama anak. Akhirnya anak menjadi terabaikan. Memang orang tua bekerja demi kebutuhan keluarga, namun setidaknya luangkan waktu juga berkegiatan bersama anak karena mereka membutuhkan perhatian kita juga. Jangan sampai mereka memberontak hanya demi mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

 

  1. Jangan otoriter dalam mendidik anak

Tidak sedikit orang tua saat ini yang masih bersikap otoriter kepada anaknya. Bagi orang tua tipe ini, anak harus mematuhi setiap ucapan dan aturan tanpa ada bantahan. Justru dari sinilah anak terpicu untuk memberontak. Oleh karena itu, biarkan anak untuk mengutarakan keinginannya. Kemudian orang tua tetap memiliki ketegasan dan konsistensi dalam mendidik anak.

 Baca juga : COBA LAKUKAN INI KETIKA MULAI BOSAN DI RUMAH

  1. Bangun komunikasi yang baik dengan anak

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam keluarga. Bisa jadi anak pemberontak tercipta karena orang tua yang tidak pernah berusaha menjalin kedekatan dengan anak. Jadi seolah ada jarak pemisah, orang tua kedudukannya lebih tinggi dari anak, sehingga anak sulit ‘menyentuh’nya. Pada porsinya, orang tua tetap harus dihormati dan anak tetap harus disentuh jiwanya agar tetap terjalin komunikasi yang baik.

 

  1. Jangan terlalu permisif juga

Ada orang tua yang otoriter, namun ada juga orang tua yang tidak mau menjadi otoriter sampai akhirnya terlalu bablas, membebaskan semuanya kepada anak. Apapun diberikan kepada anak dengan alasan kasih sayang. Justru sikap ini juga bisa memunculkan pemberontakan karena anak akan menjadi egois dan mau semua keinginannya terpenuhi. Jadi orang tua perlu menegaskan mana yang perlu atau boleh, dan mana yang tidak.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK