ARTICLE

Wed - Nov 01, 2023 / 656 / Inspirational

5 KUNCI SELESAIKAN KONFLIK SECARA ALKITABIAH

Kita membaca dalam Alkitab bahwa “Menjauhi perselisihan adalah suatu kehormatan bagi manusia, tetapi siapa pun yang bodoh akan bertengkar.” (Amsal 20:3). Meskipun menantang, jelas bahwa penyelesaian konflik adalah hal yang alkitabiah. Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari Alkitab untuk membantu kita?

Seseorang pernah mengatakan bahwa konflik bisa diartikan sebagai masalah yang muncul ketika ada dua orang terlibat dalam situasi yang membuat mereka tidak sependapat. Seperti pasangan suami istri, keluarga, rekan satu tim, rekan kerja, tetangga, dan teman. Kita semua akan menghadapi konflik dalam hubungan kita. Saat ini, tujuan hidup bukanlah hidup bebas konflik. Tujuannya adalah menyelesaikan konflik dengan cara yang benar. Berikut adalah 5 kunci alkitabiah yang penting untuk diingat ketika menghadapi konflik:

1. Carilah nasihat yang bijaksana

Dalam konflik, cari nasihat bijak dari teman, keluarga, atau mentor yang tepercaya. Berbagi cerita dengan pihak ketiga bisa memberi bimbingan dan dukungan yang diperlukan. Amsal 15:21 mengingatkan kita, “Rencana gagal karena kurangnya nasihat, tetapi dengan banyak penasihat, rencana itu berhasil.”

2. Jangan tinggi hati

Amsal 26:4-5 mengatakan, “Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya kamu tidak menjadi seperti dia. Jawablah orang bodoh sebagaimana layaknya kebodohannya, jangan sampai ia menganggap dirinya sendiri bijaksana.” Saat sedang berkonflik, jangan menyerang karakter seseorang. Jangan menjadi tidak sopan dan merendahkan. Jangan mengancam, dan jangan menyela. Hormatilah Tuhan melalui caramu berperilaku. Ambil jalan terbaik saat berada dalam sebuah konflik.

3. Cepat dalam mengampuni

Kita belajar dalam Amsal 10:12 bahwa “Kebencian menimbulkan perselisihan, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.” Cepatlah memberikan pengampunan ketika kakak dianiaya dan mintalah pengampunan ketika kakak bersalah. Jangan menunda-nunda dalam hal memaafkan.

4. Tidak mencari menang atau kalah

Tujuan penyelesaian konflik bukanlah menang-kalah. Tidak, kedua belah pihaklah yang menang, kecuali jika konflik tersebut berkisar pada prinsip alkitabiah yang jelas dan tidak dapat dikompromikan. Saling menguntungkan tentu saja menguntungkan, karena kedua belah pihak merasa dihormati, didengarkan, dan diakui.

5. Tetap rendah hati

Amsal 13:10 mengatakan, “Kesombongan menimbulkan konflik.” Kini, ketika harga diri kita terluka, kita bisa dengan mudah menyerang orang lain. Dan ketika kit merasakan kemarahan itu muncul dalam diri kita, lakukan inventarisasi cepat untuk melihat apakah hal ini berasal dari harga diri yang terluka. Jika iya, tahan lidah kita. Menjauhlah dari konflik sampai emosi kakak tenang. Ingatlah, Tuhan menentang orang yang sombong, namun memberi rahmat kepada orang yang rendah hati.

Jika kakak terapkan lima kunci ini dalam hidupmu saat menghadapi konflik antarpribadi, hasilnya akan mengagumkan. Jadilah pelaku Firman, bukan sekedar pendengar. Percayalah pada Tuhan di tengah konflik, Dia sedang bekerja. Jadilah tanah liat yang Dia bentuk sesuai kehendak-Nya.

Anastasia Aprita Lusi Ekanaru

Penulis Konten
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK