Anak-anak tidak hanya perlu pintar secara akademis, tetapi juga mampu melindungi diri secara mental dan emosional.
Salah satu keterampilan penting yang bisa diajarkan sejak dini adalah self-defense verbal kemampuan membela diri dengan kata-kata secara tegas namun sopan.
Karena tidak semua ancaman datang dalam bentuk fisik. Kadang, anak menghadapi ejekan, perundungan, atau tekanan dari teman sebaya. Tanpa kepercayaan diri dan keterampilan merespons secara tepat, mereka bisa menjadi target yang mudah.
Anak yang percaya diri biasanya lebih berani menyuarakan pendapat dan menolak perlakuan yang tidak pantas. Orang tua bisa membangun ini dengan:
- Mendengarkan anak tanpa menghakimi.
- Menghargai pendapat mereka, sekecil apa pun.
- Memberi kesempatan mereka mengambil keputusan sederhana (misalnya memilih baju atau menu makan).
Kepercayaan diri yang tumbuh di rumah akan menjadi modal saat mereka berada di luar rumah.
BACA JUGA : Tetap Melangkah Bersama Tuhan di Tengah Keputusan Sulit
Self-defense verbal bukan berarti membalas dengan marah atau kasar, tapi menyampaikan pesan dengan jelas. Misalnya:
“Tolong berhenti, aku tidak suka diperlakukan seperti itu.”
“Itu tidak benar, dan aku tidak mau mendengarnya lagi.”
“Aku akan pergi kalau kamu terus bicara seperti itu.”
Latihan dialog seperti ini bisa dilakukan di rumah melalui role play.
Kata-kata akan lebih efektif jika didukung bahasa tubuh yang percaya diri: berdiri tegak, tatap mata lawan bicara, dan berbicara dengan nada jelas. Ini membantu anak terlihat meyakinkan, bahkan jika di dalam hatinya mereka gugup.
Ajarkan bahwa self-defense verbal bukan untuk menyerang orang lain, tetapi untuk melindungi diri sambil tetap menghormati orang lain. Ini membantu anak tidak terjebak dalam perilaku agresif.
Mengikuti kegiatan seperti klub debat, teater, atau olahraga tim dapat melatih keberanian, komunikasi, dan kerja sama.
Dengan bekal kepercayaan diri dan kemampuan self-defense verbal, anak akan lebih siap menghadapi berbagai situasi. Mereka tidak hanya belajar melindungi diri, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang menghargai diri sendiri dan orang lain.
Jangan berhenti di sini masih banyak artikel parenting lainnya yang bisa bantu kamu membimbing anak dalam terang Firman Tuhan. Klik Disini dan temukan yang kamu butuhkan hari ini.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK