ARTICLE

Wed - Aug 15, 2018 / 1345 / Inspirational

3 Permainan Tradisional Penambah Kekompakan Yang Bisa Anda Mainkan Bersama Anak

i

Menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia, kompleks perumahan pasti sibuk menyusun perayaan dengan berbagai macam permainan tradisional yang dilombakan. Kekompakan diadu demi memenangkan hadiah yang tidak seberapa. Tapi jangan salah. Dari situ kita belajar tentang kesatuan di tengah keberagaman.

Di era digital ini, mulai jarang dijumpai kegiatan bermain permainan tradisional oleh sekelompok anak. Mereka cenderung menikmati gadget dengan beragam tawaran permainan individual tanpa harus mengeluarkan tenaga secara fisik. Padahal, permainan tradisional memiliki manfaat holistik untuk melatih kemampuan motorik, sensorik, matematika, dan interaksi sosial.

Super Parents, apakah Anda masih ingat serunya permainan masa kecil dulu? Bermain bersama, keseruan, kegaduhan, menjadikan masa kecil kita sangat berwarna. Fisik kita dilatih untuk tidak mudah lelah, jiwa kita diajar untuk bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar. Menyenangkan sekali ya? Yuk kita bernostalgia dengan 3 permainan tradisional yang bisa Anda mainkan bersama anak.

Congklak

Sumber: DiK

Bermain congklak dapat melatih motorik halus anak melalui cara menggenggam dan melepaskan biji congklak. Anak akan berlatih mengeluarkan satu per satu biji congklak dari genggaman tangannya, bukan serta merta membuka genggaman tangan sehingga semua biji congklak terlepas.

Permainan ini juga mengajarkan konsep matematika. Anak belajar menghitung jumlah biji congklak dan membuat strategi agar memenangkan permainan.

Engklek

Sumber: Mediawarta

Permainan dengan aktivitas berjingkat dan melompat ini sangat menyehatkan karena Anda dan anak dapat menyalurkan energi dengan cara yang positif. Kemampuan motorik halus anak juga terasah ketika menggambar petak engklek. Ketika ia melempar gaco agar tidak keluar melewati garis, kognisi dan konsentrasinya juga akan terlatih.

Lompat Tali

Sumber: Elevania Blog

Melompat menghasilkan hormon yang memicu kebahagiaan dan ketenangan seperti dopamin. Selain itu, tekanan dan aliran darah yang meningkat ke seluruh tubuh akan membantu oksigen memaksimalkan kinerja otak. Melompat juga mencegah obesitas pada anak loh!

Dorit Palvanov, seorang Pediatric Nutritionist mengatakan, melompat sangat bermanfaat untuk anak usia 2-8 tahun. Saat melompat, kedua sisi otak dan tubuh akan berkoordinasi menjaga keseimbangan tubuh. Melompat juga membantu kesehatan jantung, memperkuat otot dan tulang anak. Pada saat bersamaan, kemampuan motorik kasar anak akan terlatih.

Super Parents, siapkan diri Anda dan ajak anak memainkan salah satu permainan tradisional yang seru dan mudah ini di rumah untuk menambah kekompakan Anda dan sang buah hati. Selamat bermain dan bernostalgia! (CG)

Sumber: Parenting

Carryn Graciano

Penulis Konten
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK