ARTICLE

Tue - Jun 26, 2018 / 1502 / Inspirational

Inilah yang Bisa Kamu Lakukan Agar Generasi Anak Indonesia Mempunyai Akhlak Baik

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2: 10)

Sesaat setelah pertandingan sepak bola rampung dan dimenangkan oleh tim Jepang di Piala Dunia, para pendukung tim tersebut membersihkan Stadion Mordovia Arena di Saransk, Rusia. Tribun penonton yang tadinya penuh sampah  makanan, botol, dan gelas minuman perlahan menjadi bersih kembali.

Baca juga:

ANAK IBU INI MEM-BULLY TEMANNYA DAN AKHIRNYA IA MENERIMA HUKUMAN YANG TIDAK BIASA

Perilaku pendukung timnas Jepang ini memang bukan yang pertama kalinya. “Ini bukan bagian dari budaya sepak bola, tapi bagian dari budaya Jepang,” jelas jurnalis sepak bola yang berbasis di Jepang, Scott McIntyre kepada BBC. Perilaku ini dipupuk semenjak orang-orang Jepang masih kecil. Di sekolah biasanya anak diajarkan untuk membersihkan ruang kelas dan lorong sekolah. Karena seringkali dilakukan dari mereka kecil, hal ini kemudian jadi kebiasaan sebagian besar penduduk.

 Sumber: Daily Times

Uniknya, ternyata perilaku ini akhirnya jadi menular di Piala Dunia! Setelah Jepang, Senegal yang mendapatkan skor seperti Jepang ketika berlaga melawan Polandia juga pun melakukan hal sama. Meski larut dalam euforia, mereka tidak serta merta meninggalkan stadion dalam kondisi berantakan, mereka mengikuti aksi memungut sampah ini. Setelah itu, disusul juga oleh Arab Saudi yang walaupun kalah, mereka juga ikut aksi membersihkan sampah tersebut.

Sumber: malangtoday.net

Wah ternyata perbuatan baik itu bisa menular lho! Lalu kalau kita lihat akar dari budaya ‘bersih-bersih’ orang Jepang ini, semua dikarenakan mereka sudah dibiasakan sedari kecil. Nah kenapa Indonesia yang banyak penduduknya dan dikenal sebagai negara yang sopan santun serta penuh keramahan ini belum mempunyai akhlak untuk menjaga kebersihan? Seperti dibawah ini.

Padahal Tuhan sendiri sudah memberikan tugas kepada kita sebagai manusia untuk mengusahakan dan menjaga alam, bukan hanya pakai lalu sampah serta hasil pembuangannya tidak dipertanggungjawabkan ya! TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.’ (Kejadian 2: 15)

Daripada kita hanya berharap orang lain melakukannya duluan, kenapa nggak kita bersama keluarga dan anak-anak kita? Caranya mudah:

1. Pertemukan anak secara terus menerus dengan hal-hal positif. Sebagai orang tua tentunya kita harus menjadi teladan bagi mereka dalam perbuatan yang baik. Misalnya membuang sampah pada tempatnya, simpan sampah sampai bertemu tong sampah, menyapa dan tersenyum, berjabat tangan, dan mengucapkan tiga kata ajaib (terima kasih, tolong, dan maaf). Lakukan hal ini secara berulang kali sampai akhirnya mereka terbiasa.

2. Berikan anak pengalaman untuk mempraktekkan hal positif. Anak kana meniru budaya orang tua dalam menangani permasalahan baik yang kecil maupun besar. Jika anak sedang tertimpa masalah, biarkan mereka mencari jalan keluarnya dahulu. Kalau mereka sudah tidak mampu, barulah Anda bantu ya.

3. Melalui pengajaran dan pembelajaran. Adanya peraturan, sistem hidup, norma, dan tata tertib baik dirumah maupun disekolah mampu membangun kebiasaan positif anak. Seperti anak-anak di Jepang yang terbiasa dibiarkan hidup mandiri dan menjaga kebersihan.

4. Koreksilah jika ada tindakan anak yang tidak sesuai. Kalau anak baik sengaja maupun tidak sengaja mengucapkan kata yang tidak baik, secepatnya berikan koreksi. Kalau SuperParents seringkali membiarkannya dengan anggapan ‘masih anak-anak’, ‘nanti juga tahu sendiri kalau sudah besar’ justru membuat anak merasa bahwa hal ini lumrah.

5. Jadikan Firman Tuhan sebagai pedoman untuk melakukan kebiasaan positif (baik). Seperti kata Alkitab, ‘Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar,  untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah p  diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.’ (2 Timotius 3:16-17) (CC)

Sumber: dari berbagai sumber

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK