ARTICLE

Mon - Sep 18, 2017 / 1537 /

Sering Upload Foto Anak Ke Social Media ? Ini Akibatnya!

Apakah Anda pernah mendengar istilah tentang digital kidnapping atau penculikan anak digital sebelumnya? Penculikan anak kali ini sudah merambah ka dunia digital. Alih-alih orang tua hanya ingin update status tentang moment kebahagiaan anaknya, namun hal ini justru digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan mereka.

Penculikan ini pernah menjadi trend di luar negeri dengan nama “baby role-playing” (bermain pura-pura menjadi bayi). Hal ini juga pernah dirasakan oleh Ruben Onsu dimana foto anaknya disebar dan ditawarkan melalui dunia maya. Biasanya oknum tersebut akan mem-posting foto anak dengan mengganti namanya dan memberikan keterangan palsu terkait si anak, seperti apa yang disukai maupun yang tidak disukai.

Kasus ini dialami juga oleh Lindsey Paris. Anaknya diakui oleh orang lain. “Dia berpura-pura foto itu milik anaknya sendiri dan mengomentari kapan gigi anaknya akan tumbuh. Teman-temannya mengatakan bahwa mereka menyukai rambut anaknya. Dia memperlakukannya seperti anak saya adalah anaknya sendiri dan itulah yang mengerikan,” kata Paris kepada Yahoo Parenting.

Penculikan anak secara digital ini sebenarnya sudah terjadi di media sosial dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini, dan kondisinya terus memburuk. Memang masalah ini tidak langsung menyakiti anak, akan tetapi akun-akun penculik itu ada yang berisi layanan seksual dan kekerasan. DailyMail menyatakan akun-akun tersebut secara eksplisit berbicara tentang penganiayaan fisik dan seksual pada anak.

Anda dapat melindungi buah hati dari penculikan digital dengan cara berikut ini:

Memberi watermark pada semua foto.

Gary Davis, Kepala Konsumen Intel Security’s mengatakan cara paling mudah untuk melindungi foto anak Anda di media sosial adalah dengan memberikan watermark pada setiap post.

Atur akun Anda di media sosial menjadi “privat”.

Dengan fitur yang disediakan oleh media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, Anda bisa mengatur siapa saja yang dapat melihat foto melalui kronologi Anda. Jangan lupa untuk hanya menyetujui permintaan pertemanan dari orang yang Anda kenal saja.

Hindari mengunggah foto sekaligus dengan informasi data pribadi dan lokasi.

Hati-hati menggunggah foto anak Anda dengan menggunakan identitas yang mudah dikenali, misalnya seragam sekolah. Hal ini dapat membuat anak menjadi target potensial penculikan anak digital. Gary Davis juga menyarankan orang tua tidak menggunakan fitur tanda lokasi (geotagging) agar orang asing tidak mengetahui lokasi anak Anda.

sumber : berbagai sumber

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK