ARTICLE

Fri - Jun 16, 2023 / 3685 / Inspirational

Kenapa Dalam Kristen Ada Istilah Urapan dan Apa Sih Maknanya?

Dalam kisah Alkitab, terdapat peristiwa yang terkenal tentang Maria Magdalena yang mengurapi kaki Tuhan Yesus saat makan malam. Saat itu, pengurapan merupakan tradisi umum yang dilakukan oleh orang Yahudi. Apa sebenarnya makna dari urapan dan diurapi?

Secara umum, pengurapan berarti menuangkan atau mengoleskan minyak kepada seseorang atau sesuatu. Pengurapan ini terutama memiliki makna rohani, dan konteks penggunaannya menunjukkan pentingnya urapan tersebut.

Dalam Alkitab, pengurapan kepala dengan minyak juga disebutkan dalam Mazmur 23:5. Ayat ini dapat dimaknai sebagai penghiburan yang diberikan oleh Roh Kudus. Dalam proses pengurapan, orang-orang zaman dulu menggunakan minyak pentahbisan, seperti yang digunakan dalam pentahbisan raja, nabi, dan imam. Istilah ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa Yesus adalah pribadi yang 'diurapi' oleh Allah.

Berikut beberapa ayat Alkitab yang menyinggung soal praktik pengurapan:

Keluaran 29: 36, “Tiap-tiap hari haruslah engkau mengolah seekor lembu jantan menjadi korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian dan haruslah kausucikan mezbah itu, dengan mengadakan pendamaian baginya; haruslah engkau mengurapinya untuk menguduskannya.”


Keluaran 40: 9-11, “Kemudian kauambillah minyak urapan dan kauurapilah Kemah Suci dengan segala yang ada di dalamnya; demikianlah harus engkau menguduskannya, dengan segala perabotannya, sehingga menjadi kudus. Juga kauurapilah mezbah korban bakaran itu dengan segala perkakasnya; demikianlah engkau harus menguduskan mezbah itu, sehingga mezbah itu maha kudus. Juga kauurapilah bejana pembasuhan itu dengan alasnya, dan demikianlah engkau harus menguduskannya.”

1 Samuel 16: 12-13, “Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: 'Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.' Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.”

Mazmur 133: 1-2, “Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN! Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.”

Ibrani 9: 13, “Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah”

Makna mengurapi seseorang atau sesuatu secara harfiah adalah menguduskan mereka sebagai sesuatu yang khusus atau ditandai untuk suatu tujuan. Sebagai contoh, kapal laut biasanya diurapi sebelum berlayar untuk mendatangkan keberuntungan. Namun, dalam konteks Alkitab, 'urapan' memiliki arti disucikan atau disakralkan serta dipersembahkan kepada Tuhan dengan mengoleskan minyak di atas kepala.

Beberapa bagian Alkitab juga menyajikan tradisi pengurapan. Yakub melakukan pengurapan dengan menuangkan minyak ke atas batu yang diletakkannya sebagai tanda syukur kepada Tuhan. Ada juga kisah pengurapan dalam Kejadian 28:18 dan Keluaran 29:36, di mana minyak urapan digunakan untuk menguduskan berbagai perabotan dan tempat ibadah.

 

Mengapa menggunakan minyak dalam pengurapan?

Dalam Alkitab, Allah memberikan instruksi khusus kepada Musa mengenai persembahan dan ibadah, termasuk minyak urapan yang digunakan untuk menguduskan imam dan pelayan Tuhan. Pengurapan dengan minyak ini memiliki makna penting, yaitu menguduskan mereka sehingga segala yang mereka sentuh menjadi tahir.

Dalam budaya orang Ibrani, penggunaan minyak urapan merupakan praktik umum saat menyambut tamu di rumah. Mereka juga mengurapi diri sendiri dengan minyak untuk mendapatkan energi, kesembuhan, dan kesan yang lebih berseri-seri saat berdoa dan berpuasa.

Pengurapan memiliki makna penting karena melalui pengurapan, seseorang mendapat perkenanan Tuhan dan mengalami pentahiran. Mereka harus mengasihi dan melayani Tuhan dengan rasa takut dan hormat. Sebagai contoh, dalam 1 Samuel 24, Daud tidak melakukan kejahatan kepada Raja Saul karena dia adalah orang yang diurapi oleh Tuhan.

Di Perjanjian Baru, tradisi pengurapan ini tetap berlaku. Para rasul menggunakan minyak untuk mengurapi orang sakit dan melakukan penyembuhan yang supranatural. Selain itu, pengurapan dengan minyak juga dapat disimbolkan sebagai tindakan fisik yang mengungkapkan kebenaran rohani bahwa kita adalah milik Allah dan telah sepenuhnya menyerahkan diri kita kepada-Nya.

Meskipun pengurapan dengan minyak masih dipraktikkan dalam beberapa hal, seperti penahbisan pendeta, penatua gereja, dan pemberkatan nikah, sebagai orang Kristen, pengurapan terpenting yang dapat kita terima adalah saat pertobatan kita. Saat kita sepenuhnya menyerahkan hidup kita kepada Kristus dan mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Dalam 2 Korintus 1:21-22, Rasul Paulus mengatakan bahwa setiap orang yang percaya hidup di dalam Kristus dan telah menerima urapan dari-Nya. Melalui Roh Kudus, kita dinyatakan sebagai milik-Nya dan diurapi sebagai utusan-Nya.

Lori

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK