ARTICLE

Wed - Mar 09, 2022 / 546 / Inspirational

Bolehkah Pernikahan Berbeda Suku Atau Ras Menurut Alkitab? Ini Jawabannya

Di beberapa negara, perbedaan ras merupakan hal yang sensitif. Puji Tuhannya, di Indonesia karena kita terdiri dari berbagai macam suku, jadi kita sudah terbiasa dengan perbedaan itu. Nah lalu bagaimana kalau pasangan Anda berasal dari rasa tau suku yang berbeda? Apakah itu menjadi kendala dalam keluarga besar untuk bersatu?

Kebetulan saya berasal dari keluarga Jawa yang sudah modern, sehingga pernikahan beda suku tidak lagi menjadi masalah. Namun saat itu memang sempat ada selentingan dari keluarga yang menyarankan untuk tetap menikah dengan orang Jawa juga, dengan bibit, bebet, bobot yang setara. Yah memang itulah keluarga ya, mereka berkata seperti itu untuk menjaga kita agar nantinya pernikahan tidak tersandung masalah besar.

Namun saya percaya bahwa Tuhan sudah menciptakan kita semua menurut gambaran Allah. Jadi semuanya setara dan sempurna di hadapan-Nya (Kejadian 1:27). Tuhan memang menciptakan manusia beragam, tapi hal ini bukan berarti menjadi batasan sempit kita. Kita semua adalah bagian dari ras manusia yang sama dan ketika kita berada di dalam Kristus, kita harus menghargai pernikahan dalam keluarga Allah.

Baca juga : DARIPADA STRES, PAKAI CARA INI AGAR CARA RAWAT ANAK SERAGAM DENGAN KAKEK NENEK

Bagaimana Alkitab mengartikan pernikahan?

Pernikahan didefinisikan dalam Alkitab sebagai suatu perjanjian di hadapan Allah, yang menyatukan seorang pria dan seorang wanita untuk hidup bersama ( Kejadian 2:24 ). Niat awal pernikahan adalah agar manusia tidak sendirian ( Kejadian 2:18 ). Pernikahan adalah gambaran kasih Kristus bagi gereja ( Efesus 5:25 ). Pernikahan melambangkan persatuan yang lebih besar yang akan terjadi dengan Tuhan dan umat manusia di masa depan ( Wahyu 19:9 ).

Apakah ada contoh pernikahan berbeda suku dan ras di Alkitab?

Ada! Masih ingatkah Anda tentang pernikahan Salmon dan Rahab (Matius 1), atau Ruth dan Boas (Rut 4)? Bahkan dalam Kitab Kidung Agung diceritakan tentang pasangan yang kemungkinan berbeda ras (Kidung Agung 1:5-6, “Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma. Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga”)

Salah satu contoh paling terkenal dari pernikahan yang beragam dalam Kitab Suci adalah Musa orang Ibrani/Mesir dan Zipora orang Midian. “Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: 'Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.' (Keluaran 2:21-22)

Baca juga : INI ALASAN KENAPA ANAK DIBAWAH LIMA TAHUN SULIT MENURUTI ORANG TUANYA

Apakah ada kemungkinan orang Kristen tidak bisa menikah karena perbedaan rasa tau suku?

Bisa jadi. Seperti yang terjadi pada Salomo yang mencintai perempuan asing (1 Raja-raja 11). Sebenarnya perbedaan suku atau ras ini bukan inti masalahnya, tapi budaya dan keyakinan mereka yang akhirnya menyeret Salomo untuk ikut menyembah dewa-dewa. Satu-satunya pernikahan antar ras yang jelas-jelas dilarang dalam Alkitab adalah menikah di luar keluarga Allah.

Yesus adalah dasar untuk pernikahan yang sehat. Kesatuan spiritual jauh lebih penting daripada kemiripan fisik. Tuhan sendiri sudah menghimbau kita untuk tidak menikahi orang yang belum percaya (2 Korintus 6:14). Bukan maksudnya membenci mereka, Tuhan juga mengasihi mereka juga. Jika sebuah pernikahan dibangun di atas dasar kesatuan melalui Kristus, akan ada berkat dan pelayanan yang dihasilkan darinya.

Semua orang yang percaya kepada Kristus adalah umat pilihan, imamat yang rajani, dan bangsa yang kudus. Kita adalah satu melalui Dia. Apakah seseorang berbicara satu bahasa atau lainnya, apakah seseorang berkulit gelap atau berkulit terang, apakah seseorang tumbuh dalam satu zona waktu atau lainnya, kita adalah satu orang dan satu bangsa di bawah nama Yesus Kristus.

Sumber : jawaban.com

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK