ARTICLE

Mon - Apr 10, 2023 / 1152 / Parenting

Bahaya Kurangnya Komunikasi Anak Dengan Orangtua

Tahukah mama papa? Kurangnya komunikasi antara anak dan papa mamanya bisa menyebabkan beberapa dampak, diantaranya:
- Kurangnya ikatan emosional
- Masalah perilaku
- Kurangnya dukungan penyelesaian masalah pada anak
- Anak mengalami hambatan komunikasi
- Kurangnya rasa percaya diri


Supaya papa mama lebih paham dampak dari kurangnya komunikasi ini, bisa baca lebih jelasnya di bawah ini:


1. Kurangnya ikatan emosional anak dengan orang tua

Seperti dikutip dari Prezi.com, komunikasi antara anak dan orang tuanya sangat penting untuk memperkuat ikatan emosional keduanya.


Karena ikatan emosional yang kurang antara anak dan orang tua sangat membantu anak merasa saman dan nyaman. Sementara kurangnya komunikasi bisa menyebabkan masalah kepercayaan atau trust issue.


Ikatan antara anak dan orang tua menjadi fondasi untuk membangun hubungan dan perilaku anak di masa yang akan datang. Sementara ikatan emosional yang lemah bisa menyebabkan anak memberontak dan kehilangan rasa hormat kepada orang tuanya.

2. Masalah perilaku

Anak-anak yang kurang berkomunikasi di rumah bisa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan emosinya. Akibatnya anak bisa menjadi figur yang meledak-ledak dan punya masalah kemarahan di dalam dirinya.


Papa mama, tahu gak sih kurangnya komunikasi dengan anak bisa menghambat anak bertumbuh secara sosial, dimana anak cenderung lebih tertutup dan tidak mampu memposisikan diri di tengah lingkungan sosial.

3. Tidak mendapatkan solusi masalah yang tepat

Papa mama, tahukah Anda bahwa komunikasi yang sehat mengizinkan anak menemukan cara yang efektif di dalam menyelesaikan konflik dengan orang lain yaitu dengan memahami rasa frustrasi yang dialaminya. Komunikasi yang terbuka menjadi jalan pemecahan masalah dan menciptakan sebuah kemampuan hidup yang baik.


Dengan komunikasi yang baik, seorang anak bisa memahami persoalan yang dihadapinya, yang mana anak bisa mengendalikan diri dari perilaku seperti berteriak dan melukai diri sendiri dan orang lain.


Seperti contoh, jika seorang anak tidak bisa menemukan kata-kata untuk berdamai dengan kemarahan atau rasa frustrasinya mereka mungkin akan melampiaskannya dengan memukul atau melempar.

4. Perkembangan komunikasi yang terhambat

Ketika orang tua gagal berbicara kepada anak, hal ini bisa menjadi penghambat perkembangan komunikasi anak.


Perkembangan komunikasi yang terlambat bisa membuat anak terhambat di dalam pengembangan sosial. Anak juga akan kekurangan penguasaan bahasa yang menyebabkan mereka sulit untuk berinteraksi dengan orang lain.


Seperti contoh, seorang anak akan lebih mudah mengikrarkan janji daripada menyampaikan perasaan mereka secara tenang, yang pada akhirnya hanya akan menciptakan konflik.

5. Memiliki rasa percaya diri yang rendah

Di dalam sebuah study terhadap anak berusia 11-12 tahun, tampak bahwa seorang anak yang memiliki rasa percaya diri dan stabil sangat erat kaitannya dengan bagaimana orang tua membangun komunikasi dengan anak.


Orang tua yang lebih terbuka secara komunikasi, dan menyampaikan metode penyelesaikan masalah yang baik akan memiliki anak yang punya rasa percaya diri yang tinggi.


Sementara kurangnya komunikasi menyebabkan anak merasakan kehangatan kasih, cinta dan ras apeduli yang membentuk perilaku anak. Anak yang dilaporkan sebagai yang kekurangan rasa percaya diri juga diklaim jauh lebih mudah stress, rendah diri, bermasalah secara akademik, terlibat perilaku buruk dan menyimpang.


Jadi bagaimana caranya supaya hubungan orang tua dan anak bisa terbangun dengan baik di rumah? Ada beberapa cara yang papa mama wajib lakukan, diantaranya:

1. Jadikan rumah menjadi tempat ternyaman bagi anak

2. Komunikasi dengan anak dengan sengaja

3. Bangun bahasa yang sehat dengan anak

Firman Tuhan berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4: 29). Ayat ini harus menjadi panduan bagi papa mama ketika berkomunikasi dengan anak. Kadang anak memilih untuk menolak berkomunikasi dengan orang tua karena perkataan orang tua pernah melukai hati anak. Sehingga mereka memilih untuk tertutup dan menghindari komunikasi langsung di rumah. 


Bagaimana papa mama? Mulai hari ini mari memastikan komunikasi di rumah dengan anak terus terbangun dengan baik ya.

Lori

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK