ARTICLE

Mon - Jan 29, 2018 / 796 /

Latih Empati Anak Sedari Dini Agar Tidak Terpengaruh Bystander Effect

Generasi “egois”. Inilah yang bisa menjadi julukan bagi kebanyakan orang yang tumbuh pada masa ini. Gadget menjadikan mereka menunduk. Bukan karena rendah hati seperti kata pepatah “seperti padi, kian berisi kian merunduk”.  Tapi karena mereka dimuridkan oleh teknologi.

Bukan hanya teknologi. Lingkungan juga mempengaruhi perkembangan empati generasi ini. Untuk membuktikannya, salah satu media online di Amerika yang memiliki channel youtube bernama SoulPancake membuat social experiment. (klik ini untuk melihat video)

Dalam video tersebut terlihat bahwa ketika orang digabungkan kedalam komunitas, komunitas ini akan berperan besar dalam membentuk tindakan mereka. Salah satu fenomena yang terjadi saat ini adalah Bystander Effect. Fenomena ini terjadi ketika orang hanya menjadi penonton dan berpendapat akan ada orang lain yang membantu. Celakanya jika semua orang berpikir seperti itu, lalu siapa yang akan membantu.

Yang paling mengejutkannya, hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Penelitian yang dipublikasikan dalam Psycological Science Journal, bystander effect ini juga terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu, kita sebagai SuperParents sudah seharusnya mempunyai tanggung jawab untuk menumbuhkan rasa empati pada anak.

Ilmuwan dari Universitas Harvard memaparkan bagaimana caranya orang tua melatih anak untuk mempunyai rasa empati yang besar:

 

1. Menjadi teladan dan mentor yang kuat bagi anak.

Sumber: Enlightium Academy

Anak akan patuh jika orang tua dapat menjadi teladan, atau melakukan hal yang sama. Jujur, rendah hati, ramah serta ikut andil dalam masyarakat adalah sikap yang akan dilakukan anak jika dia melihat orangtuanya juga melakukan hal-hal tersebut. Jangan ragu untuk mengakui kesalahan di depan anak, dan tunjukkan padanya bagaimana memperbaiki kesalahan itu.

Dorong anak untuk selalu peduli dan menaruh perhatian pada kebutuhan orang lain. Jangan sampai mengesampingkan orang lain hanya demi memenuhi kebutuhan diri sendiri.

 

2. Ajari anak untuk menjadi orang baik sebagai prioritas hidup mereka.

Sumber: Mom's Well Being

Ajarkan anak tentang kepedulian dan sikap baik kepada orang lain. Pendidikan secara formal yang dinilai dengan rapor memang penting. Tapi yang lebih penting lagi bagaimana orang tua dapat mengarahkan anaknya agar mendapatkan pendidikan moral dan etika yang terbaik. Dukung anak untuk selalu menyelesaikan masalah dengan memikirkan kepentingan orang lain yang bersinggungan dengannya.

 

3. Berikan anak waktu family time dimana SuperParents bisa mengobrol dengan anak.

Sumber: Vondanote

Dengan adanya family time, anak mempunyai kesempatan untuk belajar langsung dari orang tua. Orang tua juga bisa memberikan perhatian pada setiap kehidupan anak, memberikan dorongan, dan mengajarkan anak untuk peduli serta menghargai orang lain. Jika dari lingkungan terdekat (keluarga) mereka sudah dapat belajar hal yang positif, maka anak justru bisa menularkannya (menjadi berkat) kepada teman-temannya di sekolah.

 

4. Memberikan kesempatan anak untuk belajar peduli secara langsung dan mendengarkan orang lain.

Sumber: Froddo

Anak dapat belajar peduli dengan orang lain melalui aktivitas disekitarnya. Misalnya membantu orang tua mengantar makanan ke tetangga, mengikuti kegiatan lingkungan seperti kerja bakti, membantu teman yang mengalami kesulitan, dan mendengarkan atau menyimak orang lain saat berbicara.

Dengan mendengar keluhan atau memberikan kesempatan bagi orang lain berbicara, berarti anak sudah belajar untuk menghargai dan menghormati. Berikan pujian kepada anak jika mereka sudah berhasil melakukannya.

 

5. Bantu anak dalam mengenali emosi dan pengendalian diri saat menghadapi konflik.

Sumber: Baby Digezt

Dorong anak Anda untuk mengenali perasaannya sendiri, lalu ajari dia kemampuan untuk mengendalikan emosinya. Menarik napas dalam-dalam saat marah, atau menghitung hingga dua puluh hingga amarahnya mereda.

Bantu anak menyelesaikan konflik dengan memahami berbagai macam emosi yang dia rasakan. Katakan padanya, bahwa semua orang juga mengalami hal yang sama pada satu waktu.

Sumber: dari berbagai sumber

Baca juga:

WASPADA PENYAKIT JAPANESE ENCEPHALITIS KARENA BISA MERENGGUT NYAWA

ANAK UMUR 5 TAHUN INI PUNYA HATI YANG LUAR BIASA KARENA MEMBANTU TEMAN-TEMANNYA

LUCUNYA FOTO ANAK-ANAK INI KETIKA BERMAIN DENGAN HEWAN PELIHARAANNYA

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK