TESTIMONY

Mon - Jan 13, 2020 / 446 / SUPERSTORY

Sadar Dirinya Jatuh Dalam Dosa, Anak Ini Meminta Maaf Pada Ibunya

Edgar Irfander Damaret Mendrofa yang akrab dipanggil Edgar sudah kehilangan ayahnya sejak adiknya yang paling bungsu lahir. Kini hanya ibunya saja yang merawat sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Ibunya memenuhi kebutuhan mereka dengan menjadi penjahit pakaian.

Peran ibunya Edgar saat ini begitu besar tapi ia tidak ada waktu lagi untuk mendidik dan memberikan kasih sayang seorang bapak kepada anak-anaknya. Sayangnya, itulah yang menjadikan Edgar selalu memberontak kepada ibunya. Alih-alih saat ibunya meminta tolong, Edgar justru melawan dan tidak menggubris permintaan ibunya.

Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Jemaat Hiliamaigila mengadakan pembelajaran dengan kurikulum Superbook perdana di hari Rabu kala itu. Edgar yang merupakan salah satu jemaatnya mengikuti kegiatan ini dengan semangat. Saat itu Edgar dan teman-teman belajar tentang kisah “Tipuan Si Ular”.

Baca juga : KISAH YUSUF MENGAJARKANKU MENGAMPUNI DAN PERCAYA RENCANA TUHAN

Seusai belajar di sekolah Minggu, Edgar merasa bahwa selama ini ia tidak dengar-dengaran dan menuruti kata orangtuanya seperti Joy dan Chris. Chris yang saat itu dilarang oleh orangtuanya nekat masuk ke laboratorium dan mengakibatkan kerusakan. Edgar tidak ingin dihukum oleh Tuhan karena dosa yang telah diperbuatnya kepada ibu, kakak, adik, dan teman-temannya.

Disitulah Edgar berdoa minta ampun kepada Tuhan agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Edgar juga berjanji tidak mau melawan ibunya lagi dan mau menuruti permintaan ibunya untuk membantu pekerjaannya. Kini Edgar selalu membantu ibunya di rumah seperti menyuci piring, menyapu lantai, dan lainnya.

Baca juga : BERTOBAT DAN MENJADI ANAK SULUNGNYA TUHAN YESUS

Ibunya menjadi terheran-heran karena perubahan hidup Edgar yang tergolong drastis. Akhirnya ia bertanya kepada Edgar. Edgar menceritakan bahwa ia pernah belajar tentang iblis yang memberdaya manusia sehingga jatuh ke dalam dosa. Edgar sadar bahwa ia juga telah terperdaya untuk melawan orangtua dan itu adalah dosa. Saat itulah Edgar langsung meminta maaf kepada ibunya atas semua perbuatannya dulu.

Ibunya Edgar tersentuh dan mengucapkan banyak terima kasih karena melalui kurikulum Superbook di sekolah Minggunya, anaknya berubah. Ia percaya Superbook bisa membawa perubahan dan juga bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Punisuardin Waruwu

Fasilitator Superbook
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK