TESTIMONY

Tue - Sep 01, 2020 / 232 / SUPERSTORY

Ingin Dipakai Tuhan Seperti Ratu Ester

Kondisi ekonomi yang semakin memburuk, menuntut orang tua Dwi Gea harus merantau ke negeri orang untuk mendapatkan rejeki bagi anak-anaknya. Dwi Gea akhirnya dititipkan kepada kakek dan nenek di kampung, sedangkan 2 anak lainnya dibawa oleh orang tuanya. Saat itu Dwi Gea masih sangat kecil dan tidak bisa mengingat dengan jelas wajah kedua orang tuanya.

Seiring berjalannya waktu, Dwi Gea yang akrab dipanggil Beby ini mulai tersadar kenapa hanya dia yang tumbuh bersama kakek nenek, tidak seperti anak yang lain yang bersama orang tuanya. Jika teman-temannya menanyakan kemana orang tuanya, ia hanya bisa menjawab, “Sudah pergi ke tempat yang jauh!”

Baca juga : TERPANGGIL UNTUK MENGIKUT KRISTUS

Kondisi ini secara tidak langsung akhirnya membentuk karakternya. Dwi menjadi sering berkata kasar. Apalagi kalau teman-temannya mulai melontarkan ejekan, dia akan segera membalasnya dengan makian. Kakeknya yang hanya bekerja sebagai petani ini saja, pernah ‘dilawan’ oleh Dwi juga. Kakek hanya bisa mengelus dada dan bersabar karena tahu kondisi ini tidak mudah untuk Dwi lalui.

Sebenarnya Dwi sangat rindu keluarganya, orang tua dan adik-adiknya. Tapi sedihnya ia tidak bisa mengingat wajah mereka lagi. Jika Beby disakiti, secara tidak sengaja seringkali ia menyebut kata “Mama”, tapi mereka tidak ada disini. Akhirnya ia hanya bisa menyendiri.

Baca juga : BERBOHONG AGAR MENDAPAT UANG JAJAN DAN DITRAKTIR TEMAN, KINI IA BERUBAH

Karena semakin besar, kakek neneknya mulai menyadari akan kebutuhan kerohanian Dwi. Oleh karena itu, Dwi di ajak ke sekolah minggu GTDI Betilekhema agar bisa belajar mengenal Tuhan Yesus. Disinilah Dwi merasa senang sekali. Ia bangun pagi-pagi dan bergegas pergi ke sekolah minggu karena disana banyak kegiatan yang bisa diikuti sambil belajar firman Tuhan melalui kurikulum Superbook.

Kisah Alkitab yang paling menyentuh dia adalah ketika ia belajar tentang Kisah Ester – Ratu Berhati Mulia. “Saya senang sekali belajar dari Superbook kali ini, saya tidak sedih lagi karena Ratu Ester juga tidak punya papa dan mama. Dia dibesarkan oleh Mordekhai, pamannya sama seperti saya yang dibesarkan oleh kakek dan nenek. Saya mau dipakai Tuhan juga sama seperti Ratu Ester,” papar Dwi. Sekarang Dwi lebih murah senyum dan tidak bersedih lagi. Cara bergaul dan berbicara dengan teman-temannya pun berubah, tidak seperti dulu lagi.

Joni Arianto

Fasilitator Superbook
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK