TESTIMONY

Mon - Oct 11, 2021 / 175 / SUPERSTORY

Febri Kembali Bahagia Setelah Lepas dari Penderitaan di Masa Kecilnya

Sejak masuk ke sekolah dasar, Febri Bapsoni Hia tidak tinggal bersama orang tua dan adiknya karena harus bersekolah. Orang tuanya bekerja di sebuah perkebunan di luar Pulau Nias. Disana tidak ada sekolah, sehingga orang tuanya menitipkan Febri ke sanak saudara yang ada di Nias.

Kesedihan Febri dimulai saat ia tinggal di rumah saudaranya itu. Ia merasa sedih karena ditinggalkan oleh orang tuanya. Di rumah tersebut, Febri juga sering menerima kekerasan fisik dan diejek oleh saudaranya sendiri. Pukulan dan cubitan jadi makanan sehari-harinya. Bahkan kadang Febri tidak diberi nasi, jadi ia mengisi perutnya dengan membakar ubi atau pisang. Padahal saat itu umurnya masih 6 tahun. Febri hanya bisa menangis dan menahan rasa sakit fisik maupun hatinya.

Baca juga : KERANJINGAN BERMAIN HANDPHONE, KISAH ALKITAB TENTANG SAMUEL MENYADARKANNYA

Tidak berhenti disitu saja, Febri juga di-bully oleh teman-temannya di sekolah. Kadang ia tidak bisa menahan diri dan akhirnya membalas dengan memukul mereka. Tapi guru tetap memanggil Febri dan teman-temannya itu, lalu mendisiplinkan mereka, walaupun sebenarnya bukan Febri yang memulai hal itu.

Dalam hatinya, ia begitu membenci ayahnya yang dengan tega meninggalkannya di tempat tersebut. Apalagi sudah empat tahun mereka tidak menghubungi Febri. Inilah yang membuatnya semakin kecewa dan tidak peduli lagi dengan orang tuanya.

Kabar tentang Febri yang diperlakukan buruk pun akhirnya sampai di telinga orang tuanya. Akhirnya Febri dibawa ke orang tua wali yang baru dan mulai terbebas dari penderitaan. Orang tua walinya memperlakukan Febri layaknya anak sendiri. Mereka juga mengajak Febri untuk rajin bersekolah minggu.

Baca juga : TUHAN MEMBANTUNYA LEPAS DARI KEBIASAAN MENGOMPOL

Disinilah ia mulai mengenal Tuhan lewat kurikulum Superbook di gerejanya. Saat itu, ia belajar dari kisah Tipuan Si Ular dan Daud. Febri terkesan dengan sikap Daud saat itu yang tetap bersukacita dan memuji Tuhan. Ia sangat bersyukur karena Tuhan akhirnya menolongnya.

Febri kini juga tidak lagi membenci orang tua kandungnya. Justru Febri sangat berharap, orang tua kandung dan adiknya selalu sehat serta bisa bertemu dengannya suatu saat nanti. Febri juga menjadi anak yang penurut, rajin, dan mau menjaga adik-adik angkatnya.

Anda ingin semakin anak diberkati dan mengenal Tuhan Yesus dalam hidupnya? Ayo dukung pelayanan kami lewat kurikulum Superbook di daerah-daerah. klik di bawah ini.

SAYA DUKUNG

Joni Arianto Nazara

Fasilitator Nias Utara
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK