TESTIMONY

Fri - Sep 11, 2026 / 18 / SUPERSTORY

Doa Kecil Geva untuk Gurunya Membuatnya Semakin Percaya Tuhan

Bagi Gevariel Agung Hariyadi, atau yang akrab dipanggil Geva, doa awalnya adalah sesuatu yang ia pelajari dari rumah. Anak berusia 8 tahun dari Batam ini tumbuh dalam keluarga yang membiasakan doa setiap hari. Mama dan papanya mengajak Geva berdoa sebelum tidur, sekaligus belajar membaca firman Tuhan sesuai kemampuannya.

“Kami tiap malam berdoa bersama sebelum tidur. Bahkan kami juga belajar membaca firman Tuhan tiap hari,” ungkap Mama Geva.

Kebiasaan itu perlahan menolong Geva mengenal doa. Namun sebagai anak yang masih bertumbuh, ia masih belajar bahwa doa bukan hanya rutinitas, melainkan cara percaya kepada Tuhan.

Suatu hari, Geva mendengar bahwa guru sekolahnya mengalami kecelakaan dan tidak bisa mengajar. Ia tentu tidak bisa melakukan banyak hal untuk menolong gurunya secara langsung. Tetapi di tengah keterbatasannya sebagai anak kecil, Geva mengingat satu hal yang selama ini diajarkan kepadanya, yakni dengan berdoa.

“Kan waktu aku sekolah, guruku sakit waktu itu. Kecelakaan dia, tidak bisa mengajar di sekolahku. Habis itu, aku doain di gereja supaya sembuh,” cerita Geva.

Doa itu sederhana. Geva mendoakannya diam-diam di gereja. Gurunya bahkan tidak tahu bahwa ada seorang murid kecil yang membawa namanya dalam doa. Namun bagi Geva, yang terpenting adalah ia percaya Tuhan mendengar dan menyembuhkan gurunya.

Lalu, Geva melihat sesuatu yang membuat imannya bertumbuh. Menurut kesaksiannya, keesokan harinya guru yang ia doakan sudah sembuh dan kembali bisa mengajar.

“Besoknya guruku langsung sembuh dan bisa mengajar,” katanya.

Dari pengalaman itu, Geva belajar mempercayai Tuhan. Ia tidak hanya mendengar dari orang tua atau sekolah minggu bahwa doa itu penting, tetapi mulai mengalami sendiri bahwa Tuhan mendengar doa anak-anak.

Pelajaran itu semakin kuat ketika Geva mengingat kisah Superbook tentang Petrus di penjara. Dalam kisah itu, teman-teman Petrus berdoa, lalu Tuhan mengutus malaikat untuk menolong Petrus sampai ia bebas.

“Waktu Petrus di penjara, banyak orang berdoa untuk Petrus. Lalu ada malaikat menolong Petrus dan dia bebas dari penjara,” ujar Geva.

Kisah Petrus membuat Geva memahami bahwa doa yang sederhana tetap berkuasa ketika dinaikkan kepada Tuhan. Jika Tuhan menolong Petrus melalui doa teman-temannya, Geva percaya Tuhan juga sanggup menolong orang-orang yang ia doakan.

Kini, Geva semakin percaya bahwa Tuhan Yesus mendengar doa, bahkan doa sederhana yang dinaikkan oleh anak-anak. Melalui Superbook, teladan keluarga, dan pengalaman pribadinya, Geva belajar bahwa doa bukan sekadar kata-kata, melainkan cara anak Tuhan percaya dan bersandar kepada kuasa Tuhan yang hidup.

Kisah Geva menjadi pengingat bahwa firman Tuhan dapat menolong anak-anak mengenal Tuhan dengan cara yang menyenangkan, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Mari dukung pelayanan Superbook agar semakin banyak anak di berbagai daerah dapat bertumbuh dalam iman, belajar mendoakan orang lain, dan mengalami sendiri bahwa Tuhan mendengar doa mereka.

Jessica

Penulis Konten
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK