TESTIMONY

Tue - Apr 14, 2026 / 157 / SUPERSTORY

Aku Pernah Minder dan Diremehkan, Sampai Tuhan Mengajarkanku Berani

Hai Semua, Namaku Lauren

Nama lengkapku Jesseline Laurent Tria Rante, tapi semua orang biasa memanggilku Lauren. Aku tinggal di Tana Toraja bersama papa dan mama. Kami sekeluarga aktif beribadah di gereja, dan aku juga selalu senang ikut sekolah minggu setiap minggunya.

Sejak kecil, aku termasuk anak yang aktif. Aku suka belajar dan ikut berbagai kegiatan di sekolah. Di kelas, aku sering ditunjuk oleh guru untuk maju ke depan, menjawab soal, atau membantu menjelaskan. Awalnya aku merasa senang, karena aku merasa dipercaya dan diperhatikan.

Tapi ternyata, menjadi anak yang sering terlihat itu tidak selalu menyenangkan.

Ada beberapa teman yang mulai mengejek aku. Bukan karena aku nakal atau berbuat salah, tapi karena penampilanku. Mereka sering mengomentari wajahku, bahkan ada yang bilang aku mirip “adudu”. Setiap kali mendengar itu, hatiku terasa sedih sekali. Aku jadi malu dan mulai menutup diri.

Aku yang dulu berani, perlahan jadi ragu dengan diriku sendiri.

Di sisi lain, aku punya satu hal yang sangat aku sukai, yaitu basket. Setiap melihat orang bermain basket, aku selalu merasa senang. Aku bermimpi suatu hari bisa menjadi bagian dari tim basket di sekolahku. Rasanya pasti membanggakan sekali.

Namun, saat aku memperhatikan tim basket di sekolah, aku melihat bahwa anggotanya adalah kakak-kakak kelas 2 dan 3 yang terlihat sangat hebat. Dari situ, aku langsung merasa kecil. Aku mulai berpikir bahwa mimpiku itu mungkin tidak akan tercapai.

Ejekan dari teman-teman membuatku semakin tidak percaya diri. Aku takut mencoba, takut gagal, dan takut ditertawakan lagi. Aku sempat merasa bahwa aku tidak cukup baik.


Aku Menonton Daud dan Goliat melalui Superbook

Sampai suatu hari, aku mengikuti sekolah minggu seperti biasa. Di sana, aku belajar tentang kisah Daud dan Goliat melalui Superbook.

Aku benar-benar memperhatikan ceritanya. Daud hanyalah seorang anak muda yang tidak terlihat kuat seperti prajurit lainnya. Tapi ia berani menghadapi Goliat yang besar dan menakutkan. Yang membuatku kagum, Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, melainkan percaya penuh kepada Tuhan.

Saat itu, aku merasa seperti sedang diingatkan.

Aku merasa diriku seperti Daud. Aku juga kecil, aku juga pernah takut, dan aku juga sering diremehkan. Tapi kalau Daud bisa berani karena Tuhan, aku juga ingin seperti itu.

 


BACA JUGA : Warisan Terbesar untuk Anak Bukan Harta, Tapi 5 Hal Ini

 


Sejak Hari Itu, Aku Mulai Belajar untuk Berubah

Setiap kali aku merasa sedih atau terluka karena kata-kata teman-teman, aku berdoa. Aku menceritakan semuanya kepada Tuhan. Aku meminta supaya Tuhan menguatkan hatiku dan menolongku untuk tetap percaya diri.

Perlahan-lahan, aku mulai berani lagi. Aku belajar untuk tidak terlalu mendengarkan perkataan yang menyakitkan. Memang tidak mudah, tapi aku terus mencoba.

Aku juga mulai kembali percaya dengan mimpiku. Aku tidak mau menyerah hanya karena aku merasa lebih kecil atau berbeda.

Sekarang, aku merasa lebih kuat. Bukan karena aku hebat, tetapi karena aku tahu Tuhan selalu menyertaiku.

Kalau aku boleh berbagi untuk teman-teman, aku ingin mengatakan bahwa kita mungkin terlihat kecil di mata orang lain, tetapi kita sangat berharga di mata Tuhan.

Dan seperti Daud, kita bisa menjadi berani ketika kita mengandalkan Tuhan.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK