NEWS

Tue - Oct 15, 2019 / 951 /

SCHOOL OF LIFE: MEMURIDKAN GENERASI SECARA HOLISTIK

Tak henti-hentinya Bu Chenny Lontan, istri Gembala GPdI Babadan, Banyubiru, Semarang, mengucap syukur, ketika mengetahui salah satu anak yang mengikuti program bimbingan belajar di gerejanya mendapat peringkat ketiga saat kenaikan ke kelas 6. Semakin spesial karena anak ini dibimbing sejak belum lancar membaca, pernah 2 kali tinggal kelas, dan sekarang bisa berprestasi secara akademik.

Baca juga: SUPER COACHING 3 SULAWESI UTARA: MELATIH GURU SEKOLAH MINGGU MENJADI KONSELOR BAGI ANAK

Ibu dan bapak Gembala GPdI Babadan sudah membuka bimbingan belajar gratis sejak 2014, bertempat di gereja, untuk memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak usia Sekolah Dasar di sekitar gereja. Bukan hanya yang seiman, bimbel ini juga banyak diikuti oleh yang berbeda iman. Di April 2019, GPdI Babadan pun mengikuti program “School of Life”, program pengembangan kehidupan anak secara holistik, mulai dari sekolah, spiritual, dan minat bakat anak.

Anak-anak sedang belajar di School of Life

Salah satu pesertanya adalah Tsani, seorang anak dari dusun Ngaglik, dan bersekolah di SDN Gedong III, Banyubiru. Tsani adalah anak kedua dari 2 orang bersaudara. Kakaknya berkebutuhan khusus dan bersekolah di Sekolah Luar Biasa, dan orang tua Tsani bekerja sebagai penggarap sawah dan tidak memiliki kemampuan membaca serta menulis. Tsani sendiri dijuluki “Anak Tunggakan” karena sering tidak naik kelas.   Karena meski ia rajin bersekolah, ia belum bisa membaca, menulis, berhitung.

“Kami sempat ragu, saat Tsani bergabung dengan dalam “School of Life”, apakah label “Anak Tunggakan” dalam diri Tsani tersebut bisa dipatahkan,” ujar Ibu Gembala. Namun tantangan tersebut terjawab. Dengan usaha ekstra dalam membimbing kemampuan akademik Tsani dan mendoakannya selalu, dia berhasil berprestasi. Ia berhasil meraih peringkat ketiga saat kenaikan ke kelas 6.

Peserta School of Life adalah warga di sekitar gereja

Proses yang panjang dan berat itu seketika berubah menjadi rasa syukur. Dengan ini, ia berhasil mematahkan julukan “Anak Tunggakan” yang selama ini tersemat di dirinya. Kini, masyarakat di lingkungan gereja menjadi lebih menghargai keberadaan bimbingan belajar di gereja tersebut. Kiranya “School of Life” dapat menjadi berkat dimanapun mereka berada.

Daniel Okta

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK